MUI Dramaga Siaga Teroris

by -

METROPOLITAN.ID |DRAMAGA – Maraknya kabar mengenai aliran Gafatar, menjadi perbincangan serius Kecamatan Dramaga. Demi menghindari konflik dan perpecahan masyarakat, puluhan tokoh agama mengadakan musyawarah di aula Makopolsek Dramaga, kemarin.
Ketua MUI Kecamatan Dramaga Mubharok mengatakan, saat ini di wilayah Dramaga memang tidak ditemukan adanya aliran seperti Ahmadiyah ataupun Gafatar. Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat harus tetap waspada. “Hal itu untuk mencegah jangan sampai melebar dan memperluas jaringan tersebut,” katanya.
Sedangkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dramaga Yogi Permana menyatakan sepakat dengan MUI. Menurut dia, untuk mengawasi gerak-gerik aliran sesat diperlukan strategi khusus dan tidak bisa sembarangan menyatakan aliran tersebut sesat.
“Nah, bagi mereka yang tidak dikenal, harus diawasi. Kalau ada yang mencurigakan bisa langsung dikoordinasikan dengan petugas setempat. Tapi harus dilihat dulu penyebutan sesat itu sesuai tidak dengan fatwa yang dikeluarkan MUI. Jangan semuanya dibilang sesat,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Dramaga AKP Syaifuddin Gayo menambahkan, dalam mengatasi radikalisme harus dipikirkan secara matang. Jangan sampai hal itu memicu konflik yang dapat  memecah warga Dramaga.
“Ini adalah masalah sosial. Mereka yang mengikuti aliran tersebut harus meninggalkan keluarganya. Nah, di sini polisi wajib menjaga keamanan dari perselisihan. Untuk itu, kita berkumpul dan memberikan pencerahan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut dia, memang di Kecamatan Dramaga masih kondusif. “Kita juga sering mengadakan razia dan membuat kenyamanan masyarakat sedikit terganggu. Tapi maaf, semua ini kita lakukan untuk kenyamanan dan keamanan warga,” tandasnya. (ads/b/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *