Nah Loh, Jessica Dicekal ke Luar Negeri

by -

METROPOLITAN.ID – Polisi terus menyelidiki kasus tewasnya Wayan Mirna Salimin (27) usai minum kopi di Kafe Oliver, Jakarta. Pelaku yang nekat meracun Mirna dengan sianida hingga kini belum juga terungkap. Meski demikian, polisi meyakini kasus tewasnya Mirna merupakan pembunuhan berencana.
”Kita nggak mencari pengakuan, dalam kasus racun 98 persen pelaku mengingkari,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, kemarin. ”Dan pelakunya selalu mempersiapkan,” imbuhnya.
Sejumlah saksi sudah diperiksa, total ada 15. Saksi ahli dari berbagai bidang ilmu juga dilibatkan. ”Dari konstruksi pasal ini pembunuhan berencana,” kata Krishna. Pembunuhan berencana, kata Krishna, dikenakan pidana Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.
Lebih lanjut Krishna menjelaskan, bukti signifikan sudah didapat. Saksi ahli juga sudah menguatkan, namun tetap dilakukan penguatan agar pelaku tidak bisa mengingkari.
Sementara itu, kemarin penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Kajati DKI melakukan ekspos kasus kematian Mirna. Selama ekspos lebih 4 jam, pihak Kajati DKI irit bicara terkait persoalan kasus ini.
Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati DKI Jakarta Waluyo mengatakan yang dilakukan pihaknya koordinasi dalam pidana perkara pembunuhan Mirna.
”Kita berkoordinasi dalam pidana perkara pembunuhan Mirna. Dalam koordinasi diisi forum. Konsultasi antara penyidik dan jaksa peneliti. Di dalam forum diadakan penyempurnaan fakta-fakta yang didapat,” ujar Waluyo.
Terkait masukan yang diberikan Kajati kepada pihak Polda, Waluyo tak mau menjelaskan membeberkannya. Menurut Waluyo, lebih baik menunggu di persidangan. ”Masukan tung­gu di persidangan. Kalau sudah berkasnya sudah datang, secara terbuka di persidangan,” imbuhnya.
Apakah sudah ada nama tersangka yang ditetapkan Polda Metro Jaya? ”Kita lihat tunggu berkasnya nanti. Kalau sudah ada, kita teliti dengan proporsional. Kita tunggu berkasnya nanti,” imbuhnya.

DICEGAH KE LUAR NEGERI
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Heru Santoso mengatakan, polisi telah mengajukan permohonan pencekalan terhadap Jessica Kumala Wongso, saksi kunci kasus pembunuhan Wayan Mirna. ”Sesuai undang-undang instansi terkait dapat mengajukan cegah tangkal kepada Jessica. Hal ini polisi sudah mengajukan,” ujarnya.
Dia mengatakan, seharusnya paspor Jessica sudah disita pihak imigrasi. Meski demikian, dia belum mengetahui persis apakah paspor Jessica sudah disita. ”Logikanya (paspor) kita ambil. Tapi sampai sekarang saya belum tahu sudah diambil atau belum. Tapi saya belum ada info,” akunya. Jessica dicegah ke luar negeri terhitung sejak 26 Januari 2016 hingga 26 Juni 2016.(de/jp/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *