SHARE

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Nelayan tradisional di Teluk Jakarta bersama organisasi lingkungan hidup menggugat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok atas reklamasi besar-besaran tiga pulau di kawasan Teluk Jakarta.

Tiga izin pulau yang alami reklamasi tersebut diterbitkan secara diam-diam tanpa diketahui dan partisipasi publik di antaranya Pulau F, I yang terbit pada 22 Oktober 2015 dan pulau K yang terbit pada 17 November 2015. Iwan perwakilan dari Komunitas Nelayan Tradisional Muara Angke menyayangkan terbitnya tiga izin tersebut.

“Ini menunjukkan tidak adanya keterbukaan informasi kepada nelayan atas terbitnya tiga izin reklamasi baru tersebut. Padahal reklamasi yang terbit tersebut berada di wilayah tangkap nelayan tradisional yang telah di manfaatkan secara turun-temurun,” kata Iwan, Kamis (21/1).

Ketua DPW Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jakarta, M. Taher menilai keluarnya izin reklamasi oleh Gubernur Ahok berpotensi melanggar hak asasi nelayan tradisional. Ini menunjukkan tidak adanya keberpihakan dan perlindungan pemerintah provinsi DKI Jakarta kepada nelayan tradisional.

Reklamasi juga telah melanggar prinsip kehati-hatian yang menyebabkan kematian ikan massal (baru-baru) ini karena kondisi Teluk Jakarta yang telah kritis.

“Efek buruk reklamasi telah diperkirakan oleh banyak ahli dan dirasakan masyarakat lokal, maka seharusnya para pembuat kebijakan berpihak kepada perlindungan lingkungan hidup dan nelayan, ujar Ketua DPP KNTI bidang pengambangan hukum, Martin Hadiwinata.

Merujuk dari laporan LBH Jakarta Ahok dinilai telah salah dalam prosedur penerbitan izin reklamasi ini. Dasar pengelolaan penataan ruang pesisi adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3K) yang hingga hari ini masih dalam pembahasan di legislatif.

“Seharusnya jika tidak ada dasarnya, Gubernur Ahok tidak dapat menerbitkan izin reklamasi sampai adanya dasar hukum penataan ruang di pesisir,” kata Handika dari LBH Jakarta.(republika.co.id)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY