SHARE

METROPOLITAN.ID – “Gembosi ban dan ambil helmnya!” Itulah perintah seorang  pria berseragam cokelat Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dengan wajah kesal, Walikota Bogor Bima Arya menyuruh anak buahnya menyita seluruh helm milik  pengendara motor yang kedapatan parkir liar di Jalan Mayor Oking, tepatnya di samping pintu masuk II Stasiun Bogor.
Bahkan, Bima juga ikut menggembosi ban motor yang sengaja parkir di atas trotoar bersama anggota Satpol PP dan petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) lainnya kemarin. “Nanti helmnya bawa ke Satpol PP,” pinta Bima  kepada anak buahnya.
Sedikitnya ada 35 motor yang berhasil digembosi. Bima sendiri tak segan menantang para beking parkir liar. “Parkir  liar terjadi karena ada aktor bekingnya. Jadi, silakan dia berhadapan langsung dengan saya,”  tegasnya.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), ia juga tak segan  menyemprot pejalan kaki yang kepergok menyeberang sembarangan.   “Mbak kalau menyeberang lewat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Ayo ke JPO itu,” ajak Bima kepada seorang wanita sambil menunjuk JPO di depan Stasiun Bogor.
Tak sampai di situ, sejumlah sopir angkutan kota (angkot) juga kena amukan  sang walikota. Dengan nada ketus, orang nomor satu di Kota Bogor itu mengusir sopir angkot yang mengetem di depan Plaza Matahari, Jalan Kapten Muslihat. “Anda tahu tidak! Ini kawasan larang parkir, kenapa ngetem di sini? Ayo pergi!” usir Bima. Sang sopir lantas membawa pergi angkotnya.
Sekitar dua jam, Bima sibuk mengobok-obok kawasan sekitar stasiun yang kerap menimbulkan kemacetan. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun sempat heran dengan kinerja petugas DLLAJ.
Ia pun menuding jika anak buahnya di DLLAJ tidak punya komitmen dalam mengatur lalu lintas “Saya bingung di jalan ini banyak petugas tapi tetap saja masih macet. Padahal kalau ada ketegasan dan kemauan dari petugas, titik kemacetan ini bisa terurai,” ungkap Bima.
Usai sidak, Bima  berjanji akan  menyelesaikan program prioritas tentang kemacetan, dengan penataan di tiga titik rawan kemacetan, yakni Jalan Kapten Muslihat, depan Bogor Trade Mall (BTM) hingga sekitar Tugu Kujang.
Terpisah, Kepala DLLAJ Kota Bogor Achsin Prasetyo menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi  dengan PT KAI agar segera menutup pagar sehingga tak ada penumpukan penumpang di Taman Topi.
“Kemacetan terjadi karena pembukaan pintu stasiun di Jalan Kapten Muslihat. Nanti juga akan ditutup dan kita siapkan petugas untuk memantau Jalan Kapten Muslihat,” tandasnya (mam/c/feb/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY