News, Sport and Lifestyle

Ombak Tinggi, Nelayan Pilih Ngojek

METROPOLITAN.ID | SUKABUMI – Sejumlah nelayan di Kabupaten Sukabumi banting stir jadi kuli bangunan dan tukang ojek. Sebagian ada pula yang memilih bertani. Sebab, belakangan terakhir cuaca di laut tak mendukung para nelayan menangkap ikan. Selain angin kencang, ombak tinggi juga mengancam keselamatan.
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi mencatat, jumlah nelayan yang tidak melaut akibat dilanda angin barat mencapai 75 persen. Para nelayan untuk sementara beralih profesi ke bidang lain demi mendapat penghasilan.
“Saat terjadi angin barat meskipun dipaksakan melaut akan rugi. Selain membahayakan keselamatan, di cuaca sekarang hasil tangkapannya pun tidak maksimal. Makanya mereka (nelayan) sementara beralih pekerjaan. Jika cuacanya sudah membaik, biasanya mereka akan kembali melaut,” kata Sekretaris HNSI Kabupaten Sukabumi, Ujang SB.
Fenomena yang dikenal angin barat ini diprediksi akan terjadi sampai Februari mendatang. Ujang belum bisa memastikan kapan angin barat ini akan berakhir. Saat ini nelayan yang masih melaut yakni yang menggunakan kapal-kapal besar seperti congkreng, hand line dan rumpon. Untuk nelayan yang menggunakan kapal kecil seperti payang terpaksa tak melaut.
“Kami berharap cuaca akan segera membaik sehingga para nelayan kembali melaut. Kalau menurut nelayan, cuaca sekarang bisa jadi sampai Februari nanti,” jelasnya.
Kondisi seperti itu diakui juga oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Abdul Kodir. Menurut dia, para nelayan lebih memilih menyandarkan perahunya di pelabuhan karena pertimbangan cuaca kurang baik. (pos/feb/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *