SHARE

METROPOLITAN.ID – Sepasang suami-istri lanjut usia (lansia) nekat menjual paket ganja di wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Puluhan paket ganja siap edar dengan jumlah total satu kilogram itu didapat dari rumahnya Kampung Ciparay, RT 2/5, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Rahmani dan Mulyadi kedapatan mengedarkan narkoba saat jajaran Polisi Sektor (Polsek) Parungpanjang menggerebek rumah mereka. Nenek berusia 52 tahun itu akhirnya digelandang ke kantor polisi, sedangkan suaminya, Mulyadi, sudah terlanjur melarikan diri. Saat dimintai keterangan, Rahmani berdalih dirinya terpaksa menjual barang haram tersebut demi membiayai hidup anak dan dua cucunya.
Kanit Reskim Polsek Parung Panjang AKP Marwan Sugianto membeberkan bila kakek dan nenek itu dalam sehari dapat meraup untung hingga Rp400 ribu. Keuntungan itu mereka peroleh dari hasil berjualan paket ganja yang harganya berkisar antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.
Jika dihitung-hitung, dalam sebulan diprediksi keduanya bisa meraup untung Rp12 juta. ”Dari keterangan pelaku, mereka sebelumnya merupakan pedagang ayam kampung, tapi alih profesi menjual ganja,” kata AKP Marwan.
Dia menjelaskan, pasangan suami-istri itu mengaku baru empat bulan menjual ganja kering. Satu paket bungkusan kecil ia jual seharga Rp50 ribu, sedangkan paket besarnya dijual Rp100 ribu. “Semuanya didapat dari rumah kontrakannya di dalam kamar. Daun ganja itu disimpan dalam kemasan kantong plastik,” bebernya.
Kapolsek Parungpanjang Kompol Cristian Bhodiono mengungkapkan, penggerebekan yang dilakukan pihaknya berdasarkan laporan masyarakat Parungpanjang. Hingga kini, sang suami masih menjadi buronan dan pihaknya juga masih melakukan pengejaran. “Istrinya kami amankan beserta barang bukti 30 paket ganja kering siap edar. Totalnya ada satu kilogram,” sebutnya.
Polisi menjerat nenek dua cucu itu dengan Pasal 111 Junto Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (sir/feb/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY