Oohh.. Jadi Gardenia Penyebab Banjir Cibuluh?

by -7 views

METROPOLITAN.ID – Pembangunan Apartemen Gardenia Residence yang terletak di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, ternyata banyak mudharatnya (dampak buruk). Selain merugikan masyarakat sekitar, proses pembangunan Apartemen Gardenia Residence pun diduga menjadi biang keladi dari banjir yang ada di Kelurahan Cibuluh, beberapa waktu lalu. Diduga apartemen tersebut mencaplok lahan Kali Ciheuleut yang sebelumnya lebar kini menjadi sempit.
Seorang warga Kampung Cibuluh, RT 01/04, Yudi Mulyadi (42) mengatakan, Kali Ciheuleut yang sebelumnya lebar sekitar 8 meter kini sudah sempit karena adanya pemba­ngunan apartemnen. Dulu, kata Yudi, sebelum ada pemba­ngunan Apartemen Gardenia, banjir di Cibuluh tak terlalu parah. Tetapi ketika adanya pembangunan apartemen itu, banjir semakin besar karena sungai semakin sempit. “Sehingga setiap musim hujan datang seperti saat ini, sejumlah warga Cibuluh terkena dampak air kali yang meluap,” ujar Yudi kepada Metropolitan, kemarin.
Yudi menambahkan, proses pembangunan apartemen ini pun banyak dikeluhkan lantaran merusak sejumlah bangunan milik warga sekitar. Hingga kini bangunan yang rusak itu masih ada yang belum diperbaiki. “Seharusnya pemerintah menindaknya karena sudah memakan lahan sungai. Rumah saya yang retak pun belum diselesaikan,” terangnya.
Ketua RW 4 Kelurahan Cibuluh Supatman pun membenarkan bahwa ada penyempitan Kali Ciheuleut. Namun, ia seakan membela pihak Gardenia Residence dan menyalahkan masyarakat sekitar karena telah membangun rumah di tepi Kali Ciheuleut. Meski pada kenyataannya tidak ada rumah di bantaran Kali Ciheuleut dan yang ada hanya bangunan apartemen dan Rusunawa.
“Makanya masyarakat bangun rumah jangan pakai cangkul, tetapi pakai uang (beli tanah yang tidak dekat dengan kali, red),” paparnya. Supatman pun menyatakan, Apartemen Gardenia telah menghibahkan tanahnya untuk Kali Ciheuleut. Menurut dia, tidak mungkin jika Gardenia mencaplok lahan Kali Ciheuleut.
Terpisah, Legal Deputi Apartemen Gardenia Residence Apang Sopandi mengatakan, tudingan penyempitan Kali Ciheuleut adalah tidak benar. Menurut dia, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebelumnya sudah mengecek dokumen miliknya dan meninjau ke lokasi (kali). “Yang ada tanah kita dipakai untuk melakukan pelebaran, bukan penyempitan,” kata dia.
Banyaknya masalah yang dikeluhkan warga, menurut Apang akan segera diakomodir. Gardenia, sambung Apang, pun telah membuat kesepakatan dengan warga yang disaksikan jajaran Muspika Bogor Utara. Di antaranya camat, lurah, Danramil dan Kapolsek. “Kita sudah membuat kesepakatan baru dan akan mengakomodir keinginan warga serta kerusakan rumah warga akibat proses pembangunan ini,” jelasnya.
Komisi A DPRD Kota Bogor akan segera menindaklanjuti aspirasi warga sekitar Gardenia akibat dampak dari progres pembangunan tersebut. Hal itu dikatakan anggota Komisi A DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi. Menurut pria yang akrab disapa Kiwong itu, jika warga terus dirugikan maka Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bisa dicabut Pemkot Bogor. “Karena dicantumkan di dalam IMB, apabila pemba­ngunan mengganggu ketertiban warga dan melanggar ketentuan, maka itu bisa dicabut ataupun dibekukan,” terangnya.
Dia menegaskan, ketika IMB sudah dikantongi pihak pengusaha, maka pengusaha tersebut tak bisa seenaknya melanjutkan pembangunan meski dampak sudah dirasakan masyarakat sekitar. “Artinya pengusaha ini tak bisa menganaktirikan masyarakat, meski izin sudah ada tetapi mereka harus tetap kooperatif serta meninjau ke lapangan kaitan dampak-dampak tersebut,” tuturnya.
Tak hanya itu, kata Kiwong, sebelum IMB dikeluarkan, antara pengusaha dan warga harus membuat komitmen, terutama untuk persoalan tenaga kerja. “Jika pihak pengusaha sudah berkomitmen dengan masyarakat maka harus ditepati. Sesuai kesepakatan memang minimal 30 persen tenaga kerja yang digunakan adalah dari warga sekitar. Semua komitmen itu pun harus dipatuhi. Jadi, pihak pengembang tidak boleh tutup mata,” pungkasnya. (mam/c/ram/wan)