SHARE

METROPOLITAN.ID | CIAWI – Keberadaan Owa Jawa (Hylobates Moloch) di Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) hampir punah. Hal tersebut dipicu akibat penyebarannya yang terbatas. Sebab, jenis primata yang satu ini memiliki sifat setia terhadap pasangan. Jika pasangannya mati maka binatang tersebut selama hidupnya tidak akan kawin lagi. Selain itu, Owa Jawa juga hanya melahirkan satu anak saja dengan masa hamil sebelas bulan. Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan TNGP wilayah 6 Sukhoi Aches mengatakan, saat ini hanya tersisa 21 kelompok Owa Jawa di TNGP.
“Masing-masing kelompok terdiri dari dua hingga empat ekor saja,” ujar Sukhoi kepada Metropolitan, kemarin. Menurutnya, hal tersebut sangat rentan dengan populasi hewan primata yang sudah langka tersebut.  “Habitat asli Owa Jawa itu di sini dan memerlukan perlindungan ekstra ketat demi menjaga keberlangsungan hidup Owa Jawa,” katanya.
Ia memaparkan, di TNGP habitat macan tutul dan kumbang  masih stabil meski tidak ada peningkatan yang signifikan. “Kami berharap agar masyarakat juga ikut membantu keberadaan hewan-hewan yang dilindungi itu,” pungkasnya. (ash/yok/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY