SHARE

METROPOLITAN.ID – Aku bingung karena sehari sebelumnya tak terjadi apa-apa, tapi tiba-tiba malam itu terjadi tanpa tanda-tanda. Dia mengancamku jika aku menanyakan ini kepada keluarganya, dia tak akan pulang ke kota kami dan tak akan memaafkanku. Aku sempat berpikir, apa salahku sehingga dia menganggap remeh rencana pernikahan ini. Jika pernikahan ini akan dibatalkan setidaknya bisa mengonfirmasi dengan cara kekeluargaan.

Aku tak pernah berpikir hal ini akan menimpaku. Jika aku lihat, keseharian kami begitu penuh cinta. Jangankan menangis, di saat aku sedih pun dia selalu menghiburku. Aku pikir hal seperti ini hanya ada di sinetron saja.
Masih kuingat ketika aku bertanya apakah dia mencintai wanita lain? Dia menjawab, jika aku mencintai wanita lain dia harus sadar diri bahwa dia siapa. Aku pikir mungkin dia telah mencintai wanita lain hanya dalam seminggu, dan telah mencintai orang lain yang dianggap lebih baik dariku.
Terakhir aku berkata padanya, jika benar-benar ingin menjadi lebih baik, nikahi aku besok. Aku punya tabungan jika hanya untuk ijab dan syukuran, Allah pasti memudahkan rizki dan jalan kami. Apa mau dikata jika hati tak lagi cinta dan mudah tergoda, impian bertahun-tahun pun akan sirna. Sudahlah, mungkin ini yang dikatakan tidak berjodoh. Aku yakin Allah akan memberikan laki-laki yang baik dan tak merendahkanku. Mungkin inilah cobaan agar aku lebih bersabar.
Setelah aku pikir, aku sangat beruntung ini terjadi sebelum kami menikah. Aku hanya kehilangan orang yang tidak mencintaiku, tapi dia sudah kehilangan orang yang amat mencintainya. Biarlah pengalaman pahit ini menjadi pelajaran untukku. (*/yok/run)

seperti diceritakan wanita
muslimah ke redaksiwanita

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY