SHARE

METROPOLITAN.ID | Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sempat melakukan kerja bakti di padepokan Wangon di Desa Mbiru, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Di padepokan seluas tiga hektare milik salah satu dalang di Malang itu, terdapat sekitar 50 anggota Gafatar yang datang dan berkegiatan selama satu hari.
“Saya ingat, mereka ada sekitar 50 orang. Sebagian saya kenal, karena memang teman-teman saya,” kata Ki Jati Kusumo, pemilik padepokan Wangon di Malang, Selasa 12 Januari 2016.
Saat itu, peserta kerja bakti menolak berbagai bantuan konsumsi seadanya yang disediakan oleh pemilik padepokan. Mereka datang dengan membawa bekal makanan dan minuman sendiri seadanya, seperti berbagai olahan ubi jalar dan air mineral.
Selain itu, Ki Jati juga mengingat, anggota Gafatar sangat patuh pada pimpinannya. Mereka mengikuti berbagai aba-aba yang dikatakan oleh pemimpinnya yang disebut Mesisah.
Dia juga mengingat, dua tahun lalu sempat diundang ikut pertemuan Gafatar di Gresik, dekat Surabaya. Saat itu, ada sekitar 700 anggota Gafatar yang hadir. Mereka terlihat takzim dan tunduk pada Messiah, sang pemimpin.”Ketika Messiah selesai memberi sambutan, semua anggota berdiri dan memberikan tepuk tangan,” kata dia.Ki Jati juga pernah memberikan masukan pada forum, agar memperjelas komunitas dan gerakan yang terkesan tersembunyi. Menurut dia, sebuah organisasi harus terbuka kepada publik, jika memang tidak ada yang disembunyikan dan tidak membahayakan.
“Usul saya kepada forum seperti itu. Agar tidak bersembunyi dan terbuka pada khalayak, jika memang tidak ada yang disembunyikan,” papar dia(VV)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY