News, Sport and Lifestyle

Pakai Air Sumur, Bos Pasar Bisa Dipenjara 9 Tahun

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Staf Ahli Direktur Utama PDAM Kota Bogor, Umar Toha, melakukan inspeksi mendadak (sidak) penggunaan air di sejumlah pasar, kemarin. Salah satunya di Blok A dan B Pasar Kebonkembang.
Dalam sidak tersebut, Umar menemukan 16 tangki berbagai ukuran yang diduga tempat penampungan air dari sumur bor. Di Blok A ada sembilan tangki, sementara di Blok B ada tujuh tang­ki. Diyakini, air tersebut digunakan mengairi beberapa tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) yang berada di area tersebut.
Padahal, kata Umar, dalam UU Nomor 7/2004 tentang Sumber Daya Air dikatakan, bangunan komersial seperti pasar, hotel dan apartemen dilarang menggunakan air sumur bor. Dalam UU tersebut, terutama Pasal 94 Bab XVI juga mengatur terkait Ketentuan Pidana. Dijelaskan bahwa penggunaan sumur bor atau air bawah tanah adalah pelanggaran terhadap lingkungan.
Sanksinya bisa pidana sembilan tahun penjara serta denda paling banyak Rp1,5 miliar. ”Seharusnya menggunakan air dari Perusahaan Air Minum. Bangunan komersil sudah tak boleh lagi pakai air bawah tanah,” kata Umar.
Usai melihat-lihat tangki penampungan air, Umar langsung menuju Kantor PT Javana Artha Perkasa yang merupakan pengembang Blok A, B dan E Pasar Kebonkem­bang. Umar ditemui seorang staf PT Javana bernama Suci. Dalam pertemuan tersebut, Umar menegaskan jika apa yang dilakukan PT Javana merupakan tindakan melawan hukum.
Di tempat yang sama, Suci mengaku tak mengetahui soal adanya penggunaan air bawah tanah di blok yang dibangunnya. ”Saya baru tahu, tetapi selama ini kami mendapat tagihan dari PDAM,” katanya.
Meski demikian, Umar mengaku akan melakukan kajian perbandingan terhadap presentase penggunaan air PDAM dan sumur bor. Apabila melihat jumlah tangki yang ada, Umar merasa lebih banyak penggunaan air bawah tanah. Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) sebagai pengelola pasar tradisional, sambung Usmar, pun bisa terkena pidana lantaran melakukan pembiaran.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi Direktur Utama PD PPJ Andri Latief menuturkan, baru mengetahui informasi tersebut kemarin siang. Sehingga dirinya masih belum tahu jelas perihal adanya penggunaan sumur bor di pasar yang dikelolanya. ”Besok pagi baru akan kami telusuri dan tindak lanjuti,” pungkas Andri. (fla/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *