SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Hingga kini parkir meter yang dianggap menjadi solusi dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor masih belum berkutik dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tidak becusnya pengelolaan parkir, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus menelan pil pahit karena kehilangan Rp18 juta setiap tahunnya.
Kepala DLLAJ Kabupaten Bogor Soebiantoro mengakui juru parkir di sepanjang Jalan Tegar Beriman tidak menyetorkan retribusi parkir hingga 75 persen ke Pemkab Bogor. Jika juru parkir dipungut retribusi, itu sama saja dengan melabrak aturan. “Kami sebenarnya berupaya mencari solusi terbaik untuk parkir di sepanjang Tegar Beriman. Salah satunya parkir meter. Tapi ada permasalahan dari dinas lain, makanya kami akan koordinasikan dulu. Kalau langsung kami tindak, kami belum memiliki solusi pastinya,” bebernya.
Soebiantoro menjelaskan, membuat tempat parkir di sepanjang Jalan Tegar Beriman masih harus jelas aturannya supaya investor mau menanamkan modalnya. “Kalau ada kami persilakan untuk bekerja sama,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin menyarankan DLLAJ bekerjasama dengan pemilik tanah di sepanjang Jalan Tegar Beriman dan pemerintah agar membuat Perda Perparkiran untuk mengatur permasalahan ini.
“DLLAJ tinggal berkoordinasi dan membicarakan dengan pemilik lahan,” pungkasnya. (rez/b/dik/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY