SHARE

METROPOLITAN.ID | BEIJING — Patung pendiri komunis Cina, Mao Zedong di pedesaan Provinsi Henan, Cina, tiba-tiba dibongkar. Pembongkaran patung yang dilapisi cat emas setinggi 37 meter (120 kaki) di atas lahan pertanian ini menjadi pembicaraan di media sosial. Apalagi alasan resmi pembongkaran monuumen Mao belum diketahui.The People’s Daily yang merupakan surat kabar resmi Partai Komunis melaporkan, patung itu mungkin belum memiliki surat persetujuan dari otoritas manajemen budaya. Sayangnya, pejabat lokal tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar pada Senin (11/1).Sejak kematiannya pada tahun 1976, Mao telah dipuja sebagai bapak pendiri negara Cina. Meski begitu, ia juga disalahkan atas kekacauan politik dan kebijakan ekonomi yang merenggut jutaan nyawa. Pengantinya termasuk Deng Xiaoping, pemimpin tertinggi Cina selama era tahun 1980-an, secara terbuka menegur kultus kepribadian Mao dan memperingatkan anggotanya tentang risiko pengaruh yang terlalu banyak.Bahkan presiden Cina saat ini, Xi Jinping dalam pidato 2013 mengkritisi pemujaan terhadap Mao tanpa melihat kesalahan yang diperbuatnya di masa lalu. Tetapi, Mao yang dikenal sebagai ‘Great Nakhoda’ telah menguasai pikiran dan hati masyarakat Cina, terutama mereka yang tidak puas pada pemerintah dan masyarakat miskin(REP).

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY