SHARE

METROPOLITAN.ID – Kepala  Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset  (DPPKA) Kota Depok, Farah Mulyati mengatakan penerimaan pajak terbesar berasal dari dua sektor, yakni PBB dan BPHTB. PBB memiliki realisasi Rp160,31 miliar sedangkan target yang ditetapkan Rp145 miliar. Sementara untuk target dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah Rp210 miliar, sedangkan realisasinya Rp225,17 miliar. “Kedua sektor tersebut yang paling besar penerimaannya bagi Pendapatan Aset Daerah Depok,” ujar Farah.
Di jelaskan Farah, penerimaan surat ketetapan pajak daerah kurang bayar (SSPDKB) untuk BPTHB Kota Depok sepanjang 2015 hingga pertengahan Desember mencapai 16.376. Adapun jumlah pembayar atau wajib pajak PBB hingga pertengahan Desember mencapai 383.843 orang. “Raihan penerimaan pendapatan daerah bisa tercapai karena sosialisasi kepada wajib pajak dinilai telah maksimal,” jelasnya.
Selain itu, Farah menambahkan pembayaran menggunakan sistem online juga menjadi penopang tercapainya penerimaan tersebut. Hal tersebut diberikan untuk memudahkan wajib pajak (WP), mengingat perkembangan teknologi yang sudah maju dan kesibukan WP bekerja menjadi alasan utama sistem online ini. “Melalui sistem online, WP bisa menghitung jumlah pajak dan membayar dengan menggunakan aplikasi dismartphonenya,” ujarnya.
Secara keseluruhan Kota Depok memperoleh pendapatan daerah di tahun 2015 adalah Rp561,25 miliar. Realisasi yang telah dicapai selama tahun 2015 adalah Rp591,86 miliar (termasuk PBB dan BPHTB). Realisasi tersebut ditopang oleh penerimaan di sektor perhotelan yang melebihi target hingga 102,5 persen dari yang ditargetkan Rp10,98 miliar atau menjadi Rp11,26 miliar. Sektor pajak restoran surplus hingga 114,5% dari yang ditargetkan Rp70,83 miliar atau menjadi Rp 81,14 miliar. Pajak hiburan dari target Rp10,58 miliar menjadi Rp12,80 miliar atau naik 121 persen.  (sol)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY