SHARE

METROPOLITAN.ID |  JAKARTA – “PDI Perjuangan ingin meluruskan kembali politik ekonomi BUMN, melalui perubahan Undang-undang BUMN. Dijalankan sesuai konsep dan fungsi semula.”

Hal itu menurut Politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribumengartikan kritik Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dalam pidato politiknya di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP, Jakarta, Minggu (10/1/2016).

Anggota Pansus Pelindo II itu tegaskan, BUMN seharusnya menjadi alat negara untuk meningkatkan kesejahteraan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

BUMN saat ini diperlakukan seperti korporasi swasta dengan mengedepankan pendekatan bisnis semata, atau yang dikenal dengan istilah business to business.

Karenanya, PDI Perjuangan ingin meluruskan kembali politik ekonomi BUMN, melalui perubahan Undang-undang BUMN sesuai konsep dan fungsi semula.

“Agar kehadiran BUMN dapat ditujukan utk meningkatkan kesejahteraan dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jika BUMN dikelola dengan baik, akan memberikan konstribusi optimal kepada pembangunan Negara,” tandasnya kepada Tribun, Senin (11/1/2016).

Simpul perekonomian yang vital dan menguasai hajat hidup orang banyak, seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Namun menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri hal itu tidak tercermin dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini.

Megawati, dalam pidato politiknya di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP mengingatkan bahwa BUMN seharusnya mengacu pada apa yang diamanatkan Undang-Undang Dasar (1945), tentang kesejahteraan rakyat.

“Karena itulah mengapa BUMN memiliki fungsi dan menjadi alat negara untuk meningkatkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata Megawati di Jakarta International Expo (JIE), Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/1/2015).

“Berbeda dengan yang terjadi saat ini. BUMN hanya diperlakukan seperti korporasi swasta,” tambah Megawati.

Ia mengkritik BUMN yang lebih mengedepankan sistem perusahaan swasta dimana hanya berorientasi keuntungan.(Tn)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY