News, Sport and Lifestyle

Pedagang Blok F bakal Ngadu ke Jokowi

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Keresahan pedagang akan ketidakjelasannya aspirasi untuk menunda revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang selama dua kali Lebaran, membuat paguyuban pedagang Blok F semakin bergerilya. Dalam waktu dekat, pedagang akan melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD Kota Bogor dan tokoh agama. Anggota Paguyuban Blok F Edi Junaedi menuturkan, jika dua kemungkinan itu buntu, pedagang tak akan segan mengadu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Presiden tinggal di Istana Bogor kan? Nah, kami akan menemui presiden untuk mengadu,” ujarnya.Menurut Edi, revitalisasi Blok F seperti ada permainan di dalamnya. Karena permintaan penundaan saja tidak diterima sama sekali. Jika direksi berdalih direvitalisasi ataupun tidak, masa sewa tetap sudah habis. Padahal dalam perjanjian notarisnya tidak disebutkan masa akhirnya apakah benar-benar 20 tahun. “Ada kejanggalan saja. Sebelumnya juga direksi bilang tidak akan dikocok tapi belum lama ini tidak mungkin kalau tidak dikocok,” terang Edi.Edi menambahkan, selama Kerangka Acuan Kerja (KAK) Blok F belum selesai, pedagang tetap fokus menggalang duku­ngan. Pedagang juga ingin Blok F bagus, namun ada jadinya jika setelah pasar direvitalisasi harganya malah jadi melambung tinggi. “Kalau dibilang tidak punya uang sama sekali tentu saja tidak, tapi uang kami tidak akan cukup jika harga kios yang baru selangit karena adanya permainan harga,” paparnya.Sementara itu, Pengamat Ekonomi Saefudin Zuhdi menuturkan, belum matangnya KAK merupakan bentuk dari kelemahan perencanaan direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) sebagai pengelola pasar yang kurang profesional. Banyak program walikota yang tidak jalan dan salah satunya program PD PPJ dalam hal merevitalisasi pasar. Jika pembangunan Kota Bogor ingin berjalan cepat, walikota tidak boleh hanya menunggu saja harus jemput bola kepada bawahannya. “Walikota harus bisa memastikan program revitalisasi Blok F ini menguntungkan semua pihak dan tentunya melindungi pedagang lama,” pungkas Saefudin. (fla/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *