SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Saran Komisi B tentang penundaan satu kali revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang ke pedagang, masih menggantung. Hal itu karena paguyuban masih harus merundingkannya terlebih dahulu kepada 178 pedagang lainnya serta masih ada satu orang yakni Wakil Ketua II Paguyuban yang masih keukeuh menolak saran dari Komisi B.
Ketua Paguyuban Blok F, Suryanto mengatakan, anggota yang lain mengikuti paguyuban yang selama ini memang sudah berjuang mati-matian untuk melakukan penundaan dua kali Lebaran. Namun, jika kondisi hanya memungkinkan penundaan satu kali Lebaran saja, ia dan yang lainnya akan menerima. “Kecuali Hasyim Wakil Ketua II yang masih menginginkan revitalisasi dua kali Lebaran,” Ujar Suryanto kepada Metropolitan.
Menurut Suryanto, ia dan yang lainnya juga masih berjuang untuk menunda revitalisasi Blok F hingga dua kali Lebaran, yakni dengan mencari bukti kesepakatan antara mantan walikota, DPRD Kota Bogor dan PD PPJ yang lama. Namun, saat ia dan anggotanya menyambangi Badan Arsip pada Jumat (22/1) untuk mendapat arsip tersebut tak diperbolehkan tanpa alasan yang jelas. “Kami ditolak, padahal arsip tersebut bukti otentiknya,” tutur Suryanto.
Suryanto menambahkan, soal pengajian yang sempat ditulis itu sebenarnya masih dari rencana Paguyuban Pedagang Blok F. Jika pedagang berhasil menunda revitalisasi baik dua kali atau satu kali, maka akan menggelar pengajian sekaligus sunatan massal sebagai tanda syukur. “Yang kemarin bukan kami, kami belum menggelar pengajian, tapi pasti kami akan gelar itu,” pungkas Suryanto. (fla/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY