News, Sport and Lifestyle

Pedagang Pasar Pelita ogah Pasarnya Dimodernkan

METROPOLITAN.ID – Para pedagang Pasar Pelita di Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi,  menolak pembangunan pasar modern. Para pedagang yang tergabung Paguyuban Pasar Pelita itu, bersikukuh meminta Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi untuk tetap mempertahankan Pasar Pelita sebagai pasar tradisional.
“Pasar Pelita sebagai pasar tradisional harus tetap dipertahankan. Pembangunan yang kini tengah berjalan tidak hanya harus menyediakan sarana dan prasarana lebih baik. Namun, keberadaan Pasar Pelita harus lebih akomodatif yang dapat menggerakan dan meningkatkan perekonomian warga,” kata Hamdan Sanjaya kepada wartawan, kemarin.
Ia mengatakan, para pedagang sangat menyesalkan rencana pembangunan Pasar Pelita yang tidak sesuai harapan para pedagang. Pembangunan pasar dengan tambahan alokasi hotel, kolam renang dan bioskop, dinilai sangat bertentangan dengan keinginan pedagang.
“Jika pasar tradisional menjadi pasar modern maka akan mematikan mata pencaharian Pedagang Kaki Lima (PKL). Padahal, mereka sangat menggantungkan hidupnya di seputar Pasar Pelita,” ujarnya.
Selain itu, tambahnya, para pedagang menuntut Pemkot Sukabumi menghentikan kontrak pembangunan Pasar Pelita dengan PT Anugrah Kencana Abadi (AKA). Mereka menilai pengembangan telah membohongi para pedagang.
“Kami minta untuk segera menghentikan kontrak dengan AKA. Buktiknya, uang jaminan sebesar lima persen dari total biaya pembangunan, masih belum direalisasikan pengembang,” ucapnya.
Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, akan segera menindaklanjuti aspirasi para pedagang dengan memerintahkan seluruh instansi terkait untuk melakukan pengecekan di lapangan. “Kami akan segera menindaklanjuti aspirasi para pedagang dengan melakukan berbagai pembahasan secepatnya,” tuturnya. (pr/sal/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *