SHARE

METROPOLITAN.ID | TANGSEL– Sejumlah pedagang mneolak keras rencana pemerintah kota (pemkot) Tangerang Selatan yang akan menerapkan retribusi daerah pada pedagang yang berjualan di pasar tradisional. Seperti yang telah tertuang dalam peraturan daerah (perda) Nomor 9 Tahun 2014. Sebab, kondisi pasar dianggap tidak nyaman.  Salah seorang pedagang di blok Pasar Jombang Ciputat Taufik mengatakan, pihaknya makin kesulitan  bersaing dengan tumbuhnya banyak minimarket di dekat apsar apsar tradisional  ”Ini tidak sesuai kenyataan, sekarang jualan tidak seperti dulu. Sekarang pasar sepi kalah sama online dan super market,” keluh Taufik Ia  menyebut, sepinya pembeli yang datang untuk berbelanja di pasar tradisional Jombang diyakini karena masalah kenyamanan dan keamanan pasar yang terlihat semrawut. ”Lihat sendiri kondisinya seperti apa, kumuh. Banyak sampah, becek, parkir juga susah. Jadi bagaimana mau banyak didatangi pembeli,” ketus Taufik. Hal sama diutarakan Opan. Pedagang yang telah bertahun-tahun berjualan di pasar Jombang mengeluh lantaran banyak pedagang yang saling berebut menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan. Sehingga, situasi tersebut dapat menimbulkan kesan semrawut. ”Rapihkan dulu pasarnya, sebab banyak pedagang berebut berjualan di pinggir jalan, sementara di kios seperti saya ini, justru malah sepi,” ucapnya. Pantauan di lokasi pasar Jombang, banyak pedagang membeludak di pinggiran jalan hingga memakan badan jalan, sementara kondisi di dalam kios terlihat sepi, terlebih di lantai dua dan tiga hanya sedikit pedagang juga pembeli. Akses tangga menuju lantai dua pun sulit karena banyak tumpukan sampah dan meja-meja pedagang. (dra/ded/feb)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY