News, Sport and Lifestyle

Pemakaian Anggaran 2015 Buram

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Meski Tahun Anggaran (TA) 2015 sudah berakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih menutup-nutupi penyerapan anggaran tersebut. Hal itulah yang memicu pertanyaan besar sejumlah anggota legislatif.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Jaro Ade meminta Komisi II DPRD segera mencari tahu berapa persen realisasi penyerapan anggaran Pemkab Bogor pada TA 2015. “Sudah saya koordinasikan untuk mencari tahu angka pasti berapa anggaran yang terserap pada 2015,” katanya.
Walaupun target penyerapan anggaran sebesar 90 persen pada TA 2015 tidak melampaui pencapaian, tambah dia, sebaiknya penyerapan anggaran tersebut tetap diinformasikan kepada publik. Sebab, saat ini sudah masuk TA baru. “Kami juga tidak mengetahui berapa persen penyerapan anggaran yang sudah direalisasikan,” jelasnya.
Pria yang juga menjabat ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor ini memperkirakan Sisa Lebih Anggaran (Silpa) 2015 tak jauh berbeda ketimbang 2014. Sebab, penggunaan anggaran yang dilakukan empat komisi di DPRD memperkirakan Silpa berkisar pada angka Rp 1 triliun. “Kemungkinan silpa dilihat dari pengawasan komisi di DPRD, di atas Rp1 triliun. Tapi kami masih menunggu alasan eksekutif terutama bupati, mana silpa positif dan negatif,” bebernya.
Namun, menurut Jaro, silpa sebesar itu merupakan sesuatu yang wajar karena terjadi hampir di seluruh kota/kabupaten di seluruh Indonesia. “Di Kabupaten Bogor, silpa sebesar itu masih normal. Tapi tetap kami akan evaluasi kinerja dinas dan kecamatan untuk masukan kepada bupati dalam mengambil langkah prerogratif dalam mutasi SKPD dan kecamatan,” ujar Jaro.
Sebelumnya, Tahun Anggaran (TA) 2015 sudah berakhir, besaran Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa), khususnya dalam belanja langsung di Kabupaten Bogor menjadi pertanyaan. Akankah Silpa pada TA 2014 sebesar Rp 1,1 triliun akan terulang atau menjadi lebih baik.
Sebagai kas daerah, Dinas Pengelola Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) Kabupaten Bogor masih melakukan rekonsiliasi dan mengolah data sehingga besaran pasti Silpa TA 2015 belum diketahui secara pasti. “Terkait realisasi belum bisa disampaikan, karena masih pencocokan dan pengolahan data. Karena kan ada efisiensi penggunaan anggaran juga,” kata Kepala DPKBD Rustandi, kemarin. (rez/b/dik/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *