SHARE

METROPOLITAN.ID – Proses pembangunan Apartemen Gardenia Residence yang terletak di Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, ternyata banyak meresahkan warga sekitar. Hal itu lantaran dalam proses pembangunan dilakukan pada malam hari. Pihak pengembang apartemen itu pun telah mengingkari janji dengan warga sekitar yang sebelumnya dijanjikan akan mempekerjakannya di apartemen tersebut.
Informasi yang dihimpun Metropolitan, proses pembangunan Apartemen Gardenia ternyata juga banyak pelanggarannya. Mulai dari Garis Sempadan Sungai (GSS) yang hanya berjarak 5 meter, radius pembangunan yang hanya berjarak 20 meter dari pemukiman warga serta pihak Apartemen Gardenia tak berkomitmen dengan masyarakat sekitar yang akan memperbaiki rumah warga yang retak-retak akibat proses pembangunan apartemen.
Ketua Komite Pemantau Tata Ruang (KPTR) Dede Warga Saswita mengatakan, GSS Apartemen Gardenia ini seharusnya 25 meter dari sungai. Sehingga dinding sungai bukanlah dinding bangunan apartemen. Dan jika apartemen berjarak 5 meter dengan sungai, bisa termasuk penyempitan sungai. “Kalau di kota kan seharusnya 25 meter. Kalau 5 meter terlalu dekat,” ujar Dede kepada Metropolitan.
Selain itu, radius apartemen pun harus seimbang dengan tinggi bangunan agar ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan, warga sekitar dan pemukimannya bisa aman. “Kalau tinggi bangunannya 50 meter, seharusnya radiusnya pun 50 meter. Ini agar ketika bangunan itu roboh tidak menimpa bangunan di sekitarnya,” terangnya.
Ada pun banyaknya bangunan milik warga sekitar yang retak-retak, menurut pria yang akrab disapa Dewa ini akibat galian sondir yang dalam untuk pancang beton. Sehingga membuat sejumlah rumah yang ada di sekitar proyek pembangunan retak-retak. “Ini karena pro­yeksi pem­bangunan gedungnya sangat tinggi, sehingga pemasangan paku buminya dalam,” katanya.
Sebelumnya, menyikapi hal ini, Kepala Kantor Cabang Bogor Apartemen Gardenia Mamat Setiawan beralasan jika seluruh kebijakan yang diambilnya merupakan wewenang pusat. Ia mengaku hanya mempekerjakan sebanyak sembilan warga se­kitar di berbagai posisi da­ri total pekerja yang dimiliki.
“Begini ya, total pekerjanya hanya ada 16 orang. Sembilan orang sudah kami tempatkan. Ada yang di sekuriti, bagian marketing. Kalau untuk pekerja bangunannya itu sudah diambil alih langsung oleh kontraktor,” tuturnya.
Namun, Mamat menyatakan, tidak akan ingkar janji untuk memprioritaskan warga sekitar bekerja di Apartemen Gardenia. Sementara itu, menyikapi beberapa keluhan warga terkait dampak pem­bangunan yang merusak ba­ngunan warga, Mamat mengaku telah menyelesaikannya, meski belum rampung.
“Memang ada dua unit bangunan lagi yang belum kita sentuh dan dua bangunan pun memang mengalami kerusakan. Selain itu, ada juga sekolah yang belum diperbaiki. Karena ketika mau diperbaiki dilarang pihak sekolah,” terangnya.
Dia juga memastikan bila pengerjaan pengecoran di proyek pembangunan Apartemen Gardenia yang dilakukan hingga larut malam telah dikoordinasikan dengan warga. “Pengecoran sudah beberapa bulan lalu dan itu pun sudah selesai dikoordinasikan pihak kontraktornya,” tuturnya.(mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY