News, Sport and Lifestyle

Pembangunan Apartemen Gardenia Rugikan Warga

METROPOLITAN.ID – Proses pembangunan Apartemen Gardenia yang terletak di Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, ternyata masih terus berlanjut. Padahal, sebelumnya warga sekitar telah mengirim surat aduan kepada Komisi A DPRD Kota Bogor yang isinya agar dewan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) meninjau ulang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Apartemen Gardenia lantaran telah melanggar kesepakatan dengan warga. Sebab, warga menuding proses pembangunan apartemen tersebut merugikan sejumlah warga sekitar. Mulai dari banyak rumah warga dan jalan di perkampungan mengalami keretakan.
Seorang warga Kampung Negalasari Satu, RT 02/04, Hermansyah mengatakan, proses pembangunan Apartemen Gardenia memang menyalahi aturan yang dulunya telah disepakati dengan masyarakat. Mulai dari perbaikan rumah warga yang rusak akibat dampak pembangunan, banyaknya masyarakat yang dipecat pihak manajemen Gardenia serta pengerjaan apartemen yang sampai larut malam. ”Kesepakatan yang dulu ternyata dilanggar pihak Gardenia. Banyak masyarakat kita yang bekerja di situ malah dipecat dengan alasan tidak jelas,” ujar Hermansyah kepada Metropolitan.
Proses pembangunan apartemen yang sudah berjalan setahun terakhir ini pun mempunyai banyak kejanggalan. Mulai dari Garis Sempadan Sungai (GSS) yang telalu dekat dan Amdal Lalin yang tak memperhatikan kondisi jalan. Karena dengan adanya apartemen di pinggir jalan tersebut tak menutup kemungkinan kondisi jalan akan mengalami kemacetan. ”Seharusnya Pemkot Bogor meninjau kembali izin yang didapat pihak apartemen. Karena banyak pelanggaran yang ditemukan di apartemen ini,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengawas Bangunan dan Pemukiman Boris Darurasman menjelaskan, pihaknya akan menurunkan tim untuk pengecek proses pembangunan Apartemen Gardenia tersebut. Terlebih menurutnya sudah ada aduan warga dalam proses pembangunan itu. ”Nanti kita akan selidiki aduan warga itu,” paparnya.
Jika ada pelanggaran yang dilakukan dalam proses pembangunan apartemen, menurut Boris, nantinya akan dilimpahkan kepada Satpol PP. Karena menurut dia untuk eksekusi penegakan peraturan daerah (perda) merupakan ranah Satpol PP. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Kantor Gardenia Residen Unit Bogor Mamat Setiawan belum bisa dikonfirmasi terkait banyak warga yang diresahkan terkait proses pembangunan apartemen tersebut.
Sebelumnya, informasi yang dihimpun Metropolitan proses pembangunan Apartemen Gardenia ternyata juga banyak pelanggarannya. Mulai dari GSS yang hanya berjarak 5 meter, radius pembangunan yang hanya berjarak 20 meter dari pemukiman warga serta pihak Apartemen Gardenia yang tak berkomitmen dengan masyarakat sekitar yang akan memperbaiki rumah warga yang retak-retak akibat proses pembangunan apartemen.
Ketua Komite Pemantau Tata Ruang (KPTR) Dede Warga Saswita mengatakan, GSS Apartemen Gardenia ini seharusnya 25 meter dari sungai. Sehingga dinding sungai bukanlah dinding bangunan apartemen. Jika apartemen berjarak 5 meter dengan sungai, bisa termasuk penyempitan sungai. “Kalau di kota kan seharusnya 25 meter. Kalau 5 meter terlalu dekat,” ujar Dede kepada Metropolitan.
Selain itu, radius apartemen pun harus seimbang dengan tinggi bangunan agar ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan, warga sekitar dan pemukimannya bisa aman. “Kalau tinggi bangunanya 50 meter, seharusnya radiusnya pun 50 meter. Ini agar ketika bangunan itu roboh tidak menimpa bangunan di sekitarnya,” terangnya.
Ada pun banyaknya bangunan milik warga sekitar yang retak-retak, menurut pria yang akrab disapa Dewa ini akibat galian sondir yang dalam untuk pancang beton. Sehingga membuat sejumlah rumah yang ada di sekitar proyek pembangunan retak-retak. “Ini karena proyeksi pembangunan gedungnya sangat tinggi, sehingga pemasangan paku buminya dalam dan membuat sejumlah rumah dan retak-retak,” pungkasnya. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *