SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Pembangunan gedung, tepatnya di samping Pasar Cileungsi, diprotes para pedagang. Kabarnya, bangunan tersebut bakal dijadikan supermarket sehingga dianggap menyalahi peruntukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Seorang pedagang di Pasar Cileungsi H Andi (45) mengeluhkan adanya bangunan yang berlokasi di Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi. Sebab, ia menganggap bangunan itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional. “Harusnya tidak boleh ada supermarket di dekat pasar. Jangan sampai nanti sudah jadi baru ramai,” ungkap Andi saat ditemui Metropolitan di Gedung Serbaguna DPRD Kabupaten Bogor, kemarin.Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin meminta pembangunan tersebut segera dihentikan dan dikembalikan sesuai IMB semula. Sebab, informasi yang dihimpun, gedung yang masih dalam proses pembangunan itu akan dijadikan supermarket bukan ruko seperti yang tercantum dalam IMB. “Setelah rapat koordinasi dengan SKPD terkait, kami merekomendasikan untuk memberhentikan pembangunan itu,” katanya.Ia membenarkan bahwa tidak diperkenankan supermarket dibangun berdekatan dengan pasar tradisional. Karena itu, Satpol PP harus bertindak cepat menghentikan pembangunannya. “Satpol PP harus menyegel dan membongkarnya,” pintanya.Terpisah, Kasubbag Perekonomian di Setda Kabupaten Bogor Triant mengaku telah meminta Satpol PP, Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) serta Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) menyesuaikan pembangunan sesuai peraturan. Sebab, permasalahan ini jelas-jelas telah melanggar aturan. “Kami menyerahkan ke BPMPTSP dan Satpol PP untuk ditindaklanjuti,” katanya.Menurut dia, pedagang tak perlu takut merasa sendirian lantaran PD Pasar Tohaga bertindak untuk mengayomi kebutuhan pedagang. Kalaupun bangunan itu tidak ditindaklanjuti, tinggal adukan saja ke PD Pasar Tohaga. “Kalau tidak diselesaikan, tinggal dorong saja ke PD Pasar Tohaga,” ujarnya.(rez/c/feb/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY