News, Sport and Lifestyle

Pembangunan MCK Ditinggal Kabur Pemborong

METROPOLITAN.ID | RUMPIN – Proyek pembangunan sanitasi lingkungan masyarakat berupa sarana Mandi Cuci dan Kakus (MCK) serta air bersih di Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, ditinggal kabur pemborong. Akibatnya, pembangunan yang sempat ambruk beberapa waktu lalu ini terpaksa terhenti dipondasi.
“Dari tanggal yang ditentukan, seharusnya sudah selesai tapi pada 5 Januari 2016 ini para pekerja sudah meninggalkan proyek dengan keadaan baru pondasi ipal (sepiteng, red). Mereka tiba-tiba hilang, barang-barangnya pun seperti mesin dan alat beratnya diangkut,” kata Kepala Desa Leuwibatu M Sidik saat ditemui Metropolitan, kemarin.
Ia mengaku tidak mengetahui kaburnya pemborong proyek secara tiba-tiba dan tanpa alasan itu. Sebab, selama ini pihak desa hanya berkomunikasi dengan pelaksana proyek, bukan pemilik dari perusahaan pemborong. Sedangkan, pelaksanaannya dikerjakan langsung Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
“Proyek ini ditangani CV AL Degel Corporation sejak 12 Desember 2015 dan saya sudah lapor ke DKP,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan sanitasi merupakan bagian dari program pengadaan sarana air bersih bagi masyarakat Desa Leuwibatu. Program tersebut sekaligus usulan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2014 setelah pipanisasi.  “Terdapat dua lokasi senitasi di Desa Leuwibatu, samping kantor desa dan di Kampung Tapos,” katanya.
Dari pantauan Metropolitan di lokasi, pemerintah desa bersama warga berinisiatif membenahi batu dan pondasi bangunan yang dipenuhi air. Proyek senitasi ini merupakan dana bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat yang disalurkan kepada DKP Kabupaten Bogor. Harga kedua bangunan senitasi tersebut masing-masing Rp471.320.192. Bangunan senitasi ini berukuran 40 meter dengan lebar 4 meter dan panjang 10 meter. (sir/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *