SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya mendongkrak perekonomian masyarakat di Bogor Barat, khususnya di Kecamatan Sukajaya.
Salah satu upayanya, yakni pembangunan 99 miniatur masjid 26 negara di kawasan Pasirmadang. Pembangunan tersebut diharapkan menjadi objek wisata religi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi menjelaskan, pembangunan miniatur masjid itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pembangunan 99 miniatur masjid tersebut diharapkan membantu masyarakat dalam menghadapi pasar bebas dan mendukung visi-misi kabupaten termaju di Indonesia.
“Kenapa tidak Bogor Barat mempersiapkan diri sebelum pemekaran. Barangkali miniatur masjid bisa menjadi ikon Bogor Barat,” ujarnya.
Jaro Ade -sapaan akrabnya- mendukung semua langkah yang dilakukan pemkab selama pembangunan tersebut demi kebaikan masyarakat Kabupaten Bogor. “Kami pasti dukung kalau buat masyarakat,” kata wakil rakyat asal Bogor Barat itu.
Untuk itu, ia meminta masyarakat, dalam hal ini pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bogor, diberikan pelatihan agar cinderamata yang dijajakan berasal dari produk asli warga Sukajaya.
Mengingat wisata religi ini bisa mendatangkan berbagai wisatawan dari seluruh Indonesia, bahkan wisatawan asing. “Oleh-oleh yang disediakan harus dari warga asli, apalagi bisa dibawa ke luar negeri oleh wisatawan,” ucap ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor itu.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal membangun wisata religi di kawasan Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, untuk meningkatkan kerukunan beragama dan pembangunan di Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, wisata religi itu akan dibangun di tanah seluas 215 hektare. Pembangunan wisata ini untuk mewujudkan tiga misi Kabupaten Bogor, seperti kesalehan sosial, kesejahteraan masyarakat serta mengembangkan ekonomi dan pariwisata.
“Wisata religi ini diharapkan menjadi magnet pengembangan pembangunan wilayah Bogor Barat. Program ini nantinya akan dikembangkan melalui Program Padat Karya,” kata Nurhayanti setelah mengikuti rapat pertemuan di Pendopo Bupati Bogor, kemarin.
Ia juga bakal melakukan berbagai pelatihan kepada masyarakat di wilayah setempat, mengingat wisata religi ini dapat mendatangkan wisatawan dari seluruh Indonesia maupun wisatawan asing. “Jadi, harus ramah terhadap wisatawan, karena ini bisa jadi solusi untuk mengentaskan angka pengangguran, menciptakan lapangan kerja serta mampu mengubah kultur masyarakat untuk lebih peduli dengan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Amanah Kita Hartono Limin menjelaskan, pembangunan 99 miniatur masjid dari 26 negara akan dilakukan setelah musim penghujan selesai. “Pembangunan itu memakan waktu minimal enam tahun dan maksimal 12 tahun,” tuturnya.(rez/b/sal/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY