News, Sport and Lifestyle

Pembebasan Lahan bakal Ganjal DORR

METROPOLITAN.ID – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok Dadang M Fuad mengaku belum dilibatkan dalam pembahasan Depok Outer Ring Road (DORR). Soal pembebasan lahan yang nanti bakal dilakukan BPN sudah sesuai mekanisme. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bakal membangun jalan DORR.
Pembangunan jalan yang melingkari Depok ini diharapkan menjadi solusi kemacetan dan penyediaan jalan baru di kota ini. ”Sampai sekarang belum ada pembahasan itu ke BPN,” ucapnya kepada wartawan, kemarin.
Dadang juga mengaku baru mendengar rencana pemerintah yang akan membangun DORR. Menurut dia, pembebasan lahan untuk DORR bakal menemui jalan terjal. Sebab, setiap pembebasan lahan selalu alot. ”Harga sering tidak sesuai keinginan warga. Tapi itu hal yang wajar,” ujarnya.
BPN, lanjut dia, akan bekerja setelah ada rancangan dan surat keputusan penetapan lokasi yang sudah ditentukan bakal dibebaskan. Secara prosedur, pembebasan lahan sudah diatur Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
”Yang pasti, nanti kami mengacu pada undang-undang itu. Setelah ada SK penetapan lokasi, baru tahap pelaksanaan yang melibatkan BPN,” terangnya.
Seiring dengan bergulirnya rencana pembangunan itu, warga telah mematok harga tanah dengan nilai tinggi. Warga RT 01/09, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Yatinem (55), mengaku tidak menolak penggusuran, asalkan harganya sesuai. Warga meminta tanah 1 meter dihargai Rp10 juta. ”Pembebasan ini sudah lama,” ujarnya.
Sedangkan warga RT 01/09, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Eka Mulyani (29), menyatakan sudah mendengar wacana ini sejak empat tahun lalu. ”Tapi baru dengar saja. Pasaran tanah di rumah saya Rp7 juta per meter,” pungkasnya.(tmp/sal/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *