SHARE

METROPOLITAN.ID – Program percepatan infrastruktur pendidikan berupa pembangunan tiga Ruang Kelas Baru (RKB) dan mebeler SDN Cibeas dari anggaran 2015 sebesar Rp401.250.000 menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang dikerjakan CV PM pengerjaannya di lapangan baru 65 persen.
Ketua Komite SDN Cibeas Yaya Joe mengungkapkan, sejak 9 Desember 2015 silam, pemborong meninggalkan proyek tersebut yang belum selesai. “Harusnya pelaksana mau melanjutkan pekerjaan pada hari berikutnya. Karena pada tang­gal tersebut ada pemilihan bupati dan wakil bupati Sukabumi. Namun, hingga kini pembangunan dibiarkan mangkrak,” ungkapnya.
Sementara Yoyon yang ikut kerja di proyek tersebut mengaku, upah kerja dirinya dan pekerja yang lain belum dibayar. Begitu juga kepada pihak toko material bangunan juga mengalami hal serupa. “Kami minta CV PM segera mempertanggungjawabkan pekerjaan sesuai target. Kami berharap agar bangunan segera dituntaskan,” harapnya.
Menyikapi permasalahan ini, Kepala Bidang (Kabid) Teknik, Dinas Tata Ruang, Permukiman dan Kebersihan (Tarkimsih) Kabupaten Sukabumi, Arianja Hasbulwafi, mengaku tidak tahu. “Kami pada 2015 lalu tidak dilibatkan Dinas Pendidikan. Betul sebelumnya kami suka diminta bantuan untuk pengawasan teknik, namun kali ini tidak,” jelasnya. (sop/hep/sal/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY