SHARE

METROPOLITAN.ID – Suasana haru terlihat di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Cibadak di Jalan Sudirman No 1, Kota Palabuhanratu, saat Majelis Hakim yang diketuai Yusuf Syamsudin didampingi dua hakim anggota, Deni Indrayana, M Fauzan H, Panitera dan dihadiri ratusan pengunjung sidang dari keluarga korban serta simpatisan guru lainnya, kemarin.
Majelis hakim membacakan putusan dengan vonis seumur hidup kepada pelaku pembunuhan Fitria Eka Jaya (30). Putusan berat tersebut diterima pihak keluarga, almarhumah Kilah binti Mahpud (50). Terutama suami korban, Ade Kusmiadi (51) dan kedua anaknya, Dian Sriutami(27) dan Tri M Fajar (19).
Menurut suami korban, dirinya mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim dengan vonis hukuman seumur hidup terhadap pelaku. Namun, pihaknya sudah memprediksi sejak awal kalau tuntutan hukuman mati akan vonis paling rendah seumur hidup. “Tapi walaupun faktanya seperti ini, kami berusaha menerima hasil putusan ini. Kami merasa tidak puas dengan putusan ini karena dirasa tak seimbang putusan majelis hakim dengan terbunuhnya istri saya,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebagai warga negera dirinya taat hukum, puas atau tidak puas terhadap putusan ini diterima saja. “Kebetulan persis hari ini almarhumah berulang tahun yang ke-50,” ungkapnya. Selaku keluarga, kata dia, keputusan ini dipersembahkan sebagai kado ulang tahun buat almarhumah istrinya. “Semoga almarhumah mendapat tempat serta ampunan dari Allah SWT,” tuturnya.
Terpisah, Ketua PN Cibadak, Edi Pramono mengatakan, keputusan sudah didele­gasikan kepada majelis hakim. “Majelis tadi lapor ke saya akan mem­bacakan pu­tusan hari ini. Saya mem­persilakan majelis untuk memutus secara profesional. Setelah memberi putusan melapor kembali dengan putusan seumur hidup,” terangnya.
Dia mengatakan, jika masalah berat ringannya putusan, itu majelis hakim yang lebih tahu. “Itu kewenangan majelis, saya tidak tahu. Apa yang diputuskan hakim di persidangan mutlak kewenangan majelis hakim,” tegasnya. (sop/hep/sal/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY