News, Sport and Lifestyle

Pemekaran Bogor Timur Bergulir bak Bola Salju

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Pemekaran Bogor Timur (Botim) menjadi solusi terbaik bagi masyarakat di tujuh kecamatan.
Sumber daya yang ada di wilayah Botim, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan serta ekonomi masyarakat, memang belum terkelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Melalui DOB Botim, diharapkan 68 desa di wilayah ini dapat merasakan kesejahteraan.
“Sebaiknya lakukan dengan cepat agar bisa dikaji,” terang anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor yang juga Daerah Pilihan (Dapil) 2 di Bogor Timur Adi Suwardi, kemarin.
Tanpa konsep pemekaran, jelas Adi, wilayah Botim sebenarnya bisa berkembang dan itu tergantung apakah pemkab serius menata dan mengelola potensi di Botim.
“Kondisi geografis berupa luas wilayah menjadi kendala terjadiny percepatan pembangunan,” ujarnya. Jika pengelolaan dilakukan dengan baik, terang Adi, maka Botim dapat berdiri sendiri dengan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki, seperti penangkaran rusa di Tanjungsari, Curug dan Sukamakmur hingga hamparan lahan pertanian yang melimpah di Cariu, Jonggol serta Tanjungsari serta Sumber Daya Alam (SDA) yang menjadi potensi bagi masyarakat Botim. “Kami yakin kalau pengelolaan dilakukan dengan baik, maka PAD akan meningkat secara otomatis,” jelasnya.
Di zaman modern ini, Adi menuturkan, masih banyak masyarakat Sukamakmur yang bepergian ke luar rumah berdesakan dalam mobil pikap, masih banyak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan buruknya infrastruktur di wilayah ini. Untuk itu, ia meminta Bupati Bogor Nurhayanti beserta jajarannya dapat merevisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Revisi RPJMD menjadi landasan hukum bagi DOB,” tuturnya.
Melihat potensi yang ada di Botim, Adi merasa pemerintah harus mengkaji secara matang untuk memuluskan pemekaran ini. “Yang penting dikaji dulu agar ketahuan, apakah memenuhi syarat atau tidak. Kalau menurut saya sih memungkinkan untuk dimekarkan,” ujarnya.
Sekadar diketahui, keinginan masyarakat wilayah Bogor Timur (Botim) menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) bergulir bak bola salju. Percepatan pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan, pembangunan, pendidikan dan kesehatan menjadi benang kusut yang melilit wilayah Botim. Menjadi DOB dianggap jadi solusi terbaik bagi masyarakat di tujuh kecamatan itu. “Seperti juga Bogor Barat, Bogor Timur lokasinya jauh dari ibukota kabupaten,” terang Ketua Umum Presidium Bogor Timur Alhafiz Rana usai koordinasi di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bogor, kemarin.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah mengaku bakal berkoordinasi dengan sekretaris DPRD untuk menggeser dan mempercepat jadwal pembahasan di semester 1 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sehingga ketika rancangan sudah disampaikan pada semester 1, DPRD bisa membuat Pansus DOB dan Penyusunan RPJMD. “Kami akan koordinasikan agar dipercepat,” katanya.(rez/b/dik/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *