News, Sport and Lifestyle

Pemerintah Diminta Awasi Beredarnya Buku Berisi Paham Radikal

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran buku ajar yang bermuatan negatif di sekolah-sekolahHal itu menyusul beredarnya buku berisi paham radikal yang beredar di Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.Menurut Saleh, pemerintah harus segera menarik peredaran buku-buku dimana isinya tak layak untuk diajarkan bagi murid-murid. Ia juga mendesak pemerintah pusat untuk mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada dinas-dinas pendidikan di daerah agar para guru tak lagi menggunakan buku yang merusak generasi bangsa itu.”Jika ada materi yang tak layak diajarkan terutama yang masih TK itu betul-betul harus ditarik dari peredaran, kemudian guru-guru yang mengajar tak boleh lagi pakai buku itu sebagai referensi, harus ada surat edaran dari Kemendikbud kepada daerah-daerah,” tegas Saleh saat dihubungi  Sabtu (23/1/2016).Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut motif dibalik beredarnya buku berjudul ‘Anak Islam Suka Membaca’ itu yang diterbitkan Penerbit Pusaka Amanah, Solo.”Jangan sampai ada pesanan dari orang lain terbitkan buku itu, apalagi penerbit ini dimanfaatkan orang lain dan disalahgunakan pihak-pihak tak bertanggungjawab,” pungkas Saleh.Sebelumnya, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menemukan buku-buku yang mengandung unsur-unsur terorisme dan radikalisme. Buku yang dimaksud berjudul ‘Anak Islam Suka Membaca’, Penerbit Pusaka Amanah, Solo.Wakil Ketua Umum GP Ansor, Benny Rhamdani menjelaskan bahwa buku tersebut dicetak pertama kali pada tahun 1999 dan cetakan terakhir yakni yang ke 167 dicetak pada tahun 2015 lalu.(Okezone)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *