SHARE

METROPOLITAN.ID | BeritaPemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam upayanya mengambil alih Perusahaan Daerah  Air Minum (PDAM) milik Pemerintah Kabupaten Bogor pada beberapa waktu yang lalu kini sudah terealisasikan. Namun, sampai dengan saat ini pimpinan untuk menjalankan PDAM yang kini telah menjadi aset Pemkot Depok masih terlihat kosong. Oleh sebab itu per tanggal 21 Januari 2016 mendatang, Pemkot Depok akan memilih orang yang pantas dan mampu untuk menduduki kursi Direksi. Hal tersebut langsung mendapatkan reaksi dari sejumlah kalangan elit politik yang salah satunya adalah Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Hermanto yang meminta kepada Pemkot Depok agar dapat mengumumkan nama nama kandidatnya kepada seluruh masyarakat agar mereka mengetahui kemampuan dan kualitas dari setiap calon yang akan memimpin di PDAM milik Pemkot Depok. Selain dari sikapnya tersebut, Hermanto juga telah menilai bahwa sampai dengan saat ini kinerja Panitia Seleksi (Pansel) dalam mengumpulkan nama nama calon kandidar yang akan mengisi kursi kepemimpinan di PDAM kota Depok sudah berjalan dengan baik dan transparan. Hal ini dinyatakannya bahwa dirinya telah melihat langsung pengumuman seleksi para calon Direksi PDAM Tirta Asasta yang diumumkan lewat media massa, “Saya mengapresiasikan kinerja para petugas Panitia Pelaksana dalam mencari nama nama calon yang terbaik untuk menduduki jabatan sebagai Direksi di PDAM milik Pemkot Depok. Namun yang masih saya sayangkan bahwa sampai dengan saat ini pengumuman para kandidat yang mendaftar. Hal ini sangat diperlukan dengan bertujuan agar seluruh masyarakat dapat mengetahui kualitas dan kinerja para calon,” tuturnya di Depok, Jum’at (08/01/2016). Ia juga menjelaskan mengapa hal tersebut harus dijalankan yang dimana dimaksudkan agar seluruh masyarakat kota Depok dapat tahu khususnya masyarakat umum yang mempunyai saham yang diwakilkan oleh Pemerintah. “Menurut saya sudah sangatlah wajar apabila seluruh kandidat yang akan menduduki kursi tertinggi di perusahaan yang dikelola oleh pemerintah di publikasi ke masyarakat luas. Transparansi itu sangatlah penting,” katanya. Maka daripada itu, dirinya meghimbau kepada seluruh instansi terkait dan para petugas yang dipercayakan untuk memilih para kandidat untuk tidak mudah diintervensi oleh pihak manapun, pasalnya banyak sekali adanya oknum nakal yang ingin bermain di dalamnya demi mementingkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan kepentingan masyarakat luas. “Saya selaku wakil dari Komisi B DPRD Depok, akan terus berupaya berkoordinasi dengan instansi terkait agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional tanpa adanya kepentingan pribadi di dalamnya. Jangan pernah mau diintervensi oleh pihak manapun. Selain dapat merugikan diri sendiri, hal tersebut juga dapat merugikan orang banyak. Tetaplah bekerja sesuai dengan aturan dan perhatikan betul langkah langkah yang diambil sehingga mendapatkan hasil yang baik,” tandasnya.(HD)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY