News, Sport and Lifestyle

Pemkot Depok Alokasikan Dana Untuk Setiap Kelurahan Sebesar 2 Miliar Rupiah

METROPOLITAN.ID | BeritaPemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam melaksanakan tugasnya memberdayakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) nya yang ditujukan untuk dana pembangunan sebesar 85 persennya saat ini telah menyiapkan dana sebanyak dua miliar rupiah bagi setiap Kelurahan yang ada di kota Depok yang dimaksudkan untuk membangun infrastruktur, sedangkan untuk sisanya diperuntukkan sebagai dana di bidang sosial, budaya dan kemajuan ekonomi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Depok, Hardiono dalam menanggapi perihal tersebut mengatakan, adanya dana pembangunan yang ditujukan bagi setiap Kelurahan yang ada di kota Depok didasari oleh adanya surat edaran Walikota yang menegaskan bahwa pada tahun 2016 disetiap Kelurahan akan mendapatkan dana pembangunan sebesar dua miliar rupiah. Ia menuturkan bahwa, Pemerintah telah menyediakan sejumlah pilihan bagi Kelurahan untuk menentukan pembangunan wilayahnya. Sedangkan untuk di sektor pembangunan infrastruktur kota akan disediakan beberapa opsi yang diantaranya adalah seperti perbaikan jalan dan lingkungan, taman, saluran air, kebersihan dan sejumlah resapan air. Sementara untuk kebutuhan di sektor yang lainnya akan disesuaikan menurut kebutuhannya masing masing. Adapun beberapa bidang sosial yang bisa dikembangkan dengan dana tersebut diantaranya adalah untuk pembangunan tempat rehabilitasi Posyandu, Poswindu, pembangunan sarana olahraga dan yang lainnya. Selain daripada itu, dana tersebut juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi penyakit menular seperti HIV/AIDS dan TBC yang diketahui perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Dari penjelasannya, penggunaan dana tersebut sepenuhnya didasari oleh skala prioritas dan perhitungan yang dilakukan oleh setiap Kelurahan. “Untuk membiayai sektor lain selain pembangunan infrastruktur kota alokasi dana wajib berjumlah sebanyak 300 juta rupiah sedangkan untuk sisanya yang sebesar 1,7 miliar rupiah harus digunakan untuk membiayai kebutuhan pembangunan infrastruktur kota,” katanya. Hardiono juga mengungkapkan, berdasarkan pengamatan dari pihaknya selama ini dalam memperhatikan penggunaan dana pembangunan di kelurahan sebetulnya sudah banyak dialokasikan untuk infrastruktur kota. Namun, dikarenakan adanya kecenderungan tersebut mengakibatkan timbulnya kendala tersendiri dalam merealisasikannya dilapangan. Seperti halnya pada saat rencana pembangunan akan ddirealisasikan ternyata banyak mengalami hambatan dengan adanya permasalahan di pengerjaannya yang dimana masih mengandalkan tenaga Dinas Bina Marga yang saat ini masih kekurangan tenaga pendukung. Banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan oleh pihak terkait dapat berpotensi dalam menyerap tenaga tambahan. Seperti halnya program yang sudah dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta guna membanguna dan memperbaiki infrastruktur kotanya di setiap Kelurahan yang saat ini mengandalkan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sebagai pionir nya dalam memperbaiki kondisi lingkungan dan tatanan kota agar terlihat indah dan nyaman.(HD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *