News, Sport and Lifestyle

Pemkot Depok Minta Kantin Sekolah Tak Gunakan Sterofoam

METROPOLITAN.ID | DEPOK – Kantin sekolah di Depok dilarang menggunakan sterofoam untuk bungkus makanan. Imbauan larangan itu bertujuan mengurangi sampah yang diproduksi masyarakat. Karena biasanya, kantin dan penjual makanan menggunakan sterofoam untuk bungkus makanan. Padahal bahan yang terkandung dalam sterofoam susah diurai sehingga menyebabkan penumpukan sampah. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok Zamrowi mengatakan, imbauan itu dilakukan untuk mengurangi volume sampah di Depok. “Kami sarankan seluruh kantin sekolah jangan menyediakan sterofoam dan gelas plastik,” kata Zamrowi, Senin 4 Januari 2016 kemarin. Zamrowi pun meminta agar anak-anak sekolah membawa wadah sendiri dari rumah. Sehingga jika membeli makanan di kantin mereka menggunakan wadah yang dibawanya. Sama halnya dengan penjual minuman yang juga diimbau tidak menggunakan wadah plastik. “Anak-anak dididik membawa botol minuman. Sekolah menyediakan air di galon jadi yang mau minum bisa ambil langsung,” ungkapnya. Zumrowi mengklaim, pola itu telah berhasil diterapkan di lingkungan Universitas Indonesia (UI). Mulanya, sampah yang diproduksi di UI mencapai 28 truk per minggu. Setelah pihak kampus melarang penggunaan sterofoam jumlahnya berkurang 15%. Saat ini sampah yang diproduksi UI hanya enam truk saja per minggu yang dibuang ke TPA Cipayung. Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan DKP, Kusumo menambahkan, imbauan larangan itu berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 5 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah. Didalamnya sudah disebutkan soal tidak bolehnya penggunaan sterofoam. “Jadi diimbau tidak lagi menggunakan sterofoam,” katanya.(sindonews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *