SHARE

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel diminta serius danai Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). FKUB sebagai wadah lintas agama harus bisa optimal berperan di tengah masyarakat.
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Muqsith Ghozali mendesak agar Pemkot Tangsel serius pontensikan FKUB. Pemkot dinilai memiliki banyak potensi, salah satunya kemajemukan agama dan etnis. Dengan demikian peran FKUB sebagai pemersatu dapat berjalan.
”Peran FKUB penting. Karena Tangsel sebagai basis radikalisme dan menjadi lumbung ekstrimisme gerakan,” katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) di Fifo Cafe, Ciptim, kemarin.
Nenurut Muqsith, FKUB tidak boleh diam saja juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Jika mereka pada diam, tidak mengumpulkan kekuatan untuk kebersamaan, potensi besar ancaman radikalimse dan ektrimisme gerakan akan kembali muncul. Tentu itu amat mengan­cam kenyamanan masyarakat. ”Jika di Tangsel tokoh yang moderat tidak ber­tindak, maka kelompok radikal bisa bangkit kembali,” pesannya.
Namun untuk melangkah ke arah sana, lanjut Ghozalin, FKUB harus didukung secara serius oleh Pemkot Tangsel melalui pendanaan. Secara jelas FKUB hingga kini belum ada gaungnya di masyarakat. Pemkot jangan melepaskan FKUB berjalan sendiri tapi harus kerja sama dengan baik. ”Maka FKUB tidak boleh bergerak secara eklusif. Harus berkerja bersama-sama, bukan orang per orang. Elemen sayarakat, mahasiswa, organisasi keaga­maan dan dukungan pemerintah,” sambungnya.
Sementara itu, menurut Ulil Abshar Abdalla tokoh cendikian muda Islam ketika itu menjadi narasumber mene­gaskan, FKUB secara merata seluruh Indonesia tidak didanai negara dengan maksimal. Kondisi ini menistakan nilai kerukunan itu dengan harga yang sangat murah, padahal harus dibayar mahal. (ded/sal/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY