SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyepakati dalam waktu dekat ini akan menertibkan reklame spanduk, umbul-umbul, banner komersil dan nonkomersil. Terutama yang berada di pusat kota dan jalan-jalan protokol. Itu dilakukan untuk menegakkan Perda No 8 Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum Pasal 6.
Penertiban reklame ini dimulai dari pintu masuk Kota Bogor yaitu Jalan Tol Jagorawi, seputar Kebun Raya, Jalan Pajajaran, Jalan Suryakencana, Jalan Ir. H.Juanda, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kapten Muslihat, Jalan Raya Tajur, Jalan Veteran, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Sobana sampai R3, Jalan Ahmad Adna Wijaya, Jalan Sholeh Iskandar, Jalan KH. Abdullah bin Nuh dan Jalan Gunung Batu. Ke-19 titik ini masuk dalam kawasan white area atau kawasan dilarang memasang reklame spanduk, umbul-umbul, banner komersil dan nonkomersil.
Sedangkan kawasan yang diperbolehkan memasang reklame spanduk, umbul-umbul, banner komersil dan nonkomersil adalah di 27 titik panggung reklame milik Pemkot Bogor yang ada wilayah Bogor, jalan-jalan perbatasan seperti Jalan Raya Ciawi, Jalan Batutulis atau Pasirkuda serta lahan swasta (lahan sendiri pada tempat usaha).
Sebagai langkah awal, terlebih dahulu Dispenda akan menyosialisasikan program ini, baik kepada pengusaha maupun masyarakat luas. Setelah sosialisasi dirasakan cukup, barulah melangkah ke tahapan berikutnya dan dalam jangka waktu yang tak terlalu lama untuk melakukan operasi gabungan. “Sebelum kegiatan ini kita komunikasikan terlebih dahulu dengan muspida dan saya akan bicarakan hal tersebut dengan Kapolresta dan Dandim,” kata Walikota Bogor Bima Arya usai memimpin rapat tentang reklame di Balaikota Bogor, belum lama ini.
“Di operasi gabungan inilah secara simbolis kita mulai dari pusat kota bersama-sama dengan Kapolres dan Dandim yang kemudian dilanjutkan oleh muspika di daerah masing-masing,” tambahnya. (*/ram)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY