News, Sport and Lifestyle

Pemukimannya Digusur PPS, Warga Duduki HGU

METROPOLITAN.ID  – Pembangunan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) yang menggunakan lahan PT Pertamina di Kampung Camara dan Pengairan di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu berbuntut panjang.
Akibatnya, sebanyak 579 nelayan yang sudah sejak lama bermukim di tempat itu bakal kehilangan tempat tinggal. Mereka bersama warga lainnya yang juga tidak memiliki lahan tempat tinggal nekat mematok lahan milik PTPN VIII Pasirbadak.
Koordinator Masyarakat Nelayan Jonatan menuturkan, total warga yang di dalamnya termasuk nelayan yang mematok lahan tersebut sebanyak 1.500 orang. Upaya tersebut dilakukan warga untuk mengetahui pemilih lahan telantar yang ada di Blok Cikeong, Desa Cimanggu itu.
“Ternyata pemiliknya PTPN VIII. Kami ada informasi bahwa lahan tersebut diperjualbelikan. Kalau masyarakat lain bisa membeli, kenapa masyarakat nelayan yang belum memiliki tempat tinggal tidak bisa? Kami juga bagian dari masyarakat,” tegasnya.
Merespons insiden pematokan yang dilakukan warga, jajaran muspika, dandim, kepala desa Cimanggu, PTPN dan pihak terkait lainnya menggelar rapat koordinasi untuk mencari solusi tersebut.
Kepala Bagian Umum PTPN VIII Kebun Pasirbadak Asep A Suryana menyebutkan, lahan seluas 75 hektare di Blok Cikeong merupakan HGU PTPN VIII Kebun Pasir Badak yang sudah habis masa berlakunya.(sop/hep/sal/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *