SHARE
METROPOLITAN.ID | Sukabumi. Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sempat membentuk sayap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Usia organisasi itu hanya setahun.
Penelusuran detikcom, Gafatar terakhir aktif melakukan kegiatan sosial pada Maret 2015 lalu. Saat itu, mereka melakukan acara bakti sosial bersih-bersih saluran air. “Kita eksis di kegiatan bersifat bakti sosial, seperti donor darah dan selama saya di Gafatar. Nggak ada kesan negatif. Saya pribadi tertarik gabung karena aksi-aksi sosialnya itu,” tutur Supono, mantan ketua DPC Gafatar Sukabumi, saat dihubungi detikcom sekira pukul 16.30 WIB, Selasa (12/1/2016). Kendati banyak melakukan kegiatan sosial, Supono mengaku aksi Gafatar kerap mendapat penolakan dari sejumlah ormas di Sukabumi. Padahal menurutnya aksi sosial yang dilakukan Gafatar tak ada satupun yang menyimpang dalam soal keagamaan. “Pemerintah daerah Kota Sukabumi welcome dan kita juga terdaftar kantor Gafatar di daerah Panjalu, Selabintana yang juga jadi kontrakan saya. Kita aman-aman saja kalau ada kegiatan,” lanjut Supono. Supono sendiri menyebut anggotanya di Sukabumi sebanyak 40 orang. Sebelum aktif di Sukabumi, Supono mengaku lebih dulu aktif menjadi anggota Gafatar di wilayah Depok. “Tiga tahun di Depok, satu tahun di Sukabumi kalau bicara anggota kita ada sekitar 40 orang. Setiap mau ada acara sosial kita patungan kadang juga dibantu sama Gafatar pusat,” sambungnya. Saat ini Supono sendiri mengaku sudah satu bulan tinggal di Kalimantan, karena selama di Sukabumi ia merasa tak kerasan setelah muncul penolakan dari sejumlah ormas terkait keberadaan organisasinya. “Bisa dibilang ngungsi, selama di Sukabumi saya jualan roti sekarang di rumah saudara saya belajar jadi nelayan. Selepas saya pergi kemungkinan Gafatar di Sukabumi bubar karena banyaknya pemberitaan yang anggap kita menyimpang,” tandasnya.(MBD)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY