SHARE

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Pengamat melihat berjalannya pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di Kota Tangsel dinilai sangat positif. Hal ini karena Tangsel bagian dari Provinsi Banten sangat rawan dengan korupsi.
Pengamat asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarok mengatakan, sudah seharusnya UPG dibentuk di Kota Tangsel yang notabene kawasan Banten amat tinggi kasus korupsinya. Maka dari itulah sangat penting untuk di-support. “Sangat bagus, apalagi Banten khususnya Tangsel kasus korupsinya tinggi. setidaknya hadirnya UPG bisa memata-matai para aparat yang melakukan kecurangan dengan mewajibkan lapor secara berkala,” katanya.
Menurut Zaki, UPG bagian dari kepanjangan tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tingkat kota. Untuk itu, sambubg Zaki, sebagaimana akan selalu melakukan pelaporan setiap bulan secara berkala. paling tidak dari laporan ke KPK dapat melihat aktivitas di jajaran bahan, khususnya Kota Tangsel secara keseluruhan. “Ini menjadi kesempatan yang sangat bagus untuk mempersempit ruang gerak bagi para koruptor yang ingin masih bermain. Harapan besar pelaku korupsi tidak dapat berkembang banyak,” ujarnya.
Ia pun berharap petugas yang terlibat di dalam UPG bisa bekerja maksimal. Lebih mantapnya lagi mereka bisa melibatkan unsur masyarakat agar lebih maksimal dalam bidang pengawasan. ”Dengan adanya UPG diharapakan petugas yang ada bisa bekerja maksimal dan peran maksyarakat pun harus dioptimalkan dalam pengawasan,” harapnya.
Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menegaskan, pembentukan UPG berjalan secara baik. baru-baru ini pihak Inspektorat sudah menyampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) dengan demikian program UPG siap diluncurkan. “Berjalan sangat baik dan sudah disampaikan Inspektorat saat ada Rapim. Berharap ini akan segera dilaksanakan secepatnya,” kata Airin. (ded/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY