SHARE

METROPOLITAN.ID | CILEUNGSI – Pembangunan pasar modern Cileungsi yang diduga bodong bahkan telah memalsukan tanda tangan serta pedagang pasar tradisional kian menantang aspirasi pedagang. Bahkan, proses pembangunannya mencapai 80 persen.
Perwakilan Pengelola Pasar Tradisional Ade berjanji akan membela pedagang pasar dengan menegur pemilik proyek. “Nanti kami tegur pemilik pasar modernnya. Sebab, itu sudah menyalahi aturan dengan menabrak pembatas lahan pasar,” kata Ade kepada Metropolitan, kemarin.
Menurut dia, kondisi pasar tradisional memang memprihatinkan. Pedagang pun mengeluhkan sepinya pembeli. Apalagi, nanti ditambah munculnya pasar modern. “Posisi pasar terjepit sana-sini, ditambah sekarang ada pembangunan pasar modern. Apa jadinya nanti nasib para pedagang kecil?” keluhnya.
Ia menjelaskan, sedikitnya 500 pedagang pasar tradisional Cileungsi menolak adanya pembangunan pasar modern yang lokasinya berdampingan. Penolakan itu diperkuat dengan tanda tangan dari pedagang.
Sementara itu, seorang pedagang pasar tradisional Mus menuturkan, rekan-rekannya sudah menandatangani penolakan pasar modern agar tak berdiri berdampingan dengan pasar tradisional. “Banyak pedagang yang meninggalkan kiosnya karena sepi. Ditambah jika pasar modern sudah jadi yang izinnya tidak jelas,” katanya.
Ia juga menduga izin lingkungan yang ditempuh pasar modern sangat tidak masuk akal dengan memanipulasi data dan menyalahgunakan stampel dari RW setempat.(sep/yok/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY