News, Sport and Lifestyle

Pengelolaan TransPakuan Pakai Sistem Direktur Tunggal

Semua Pegawai Bakal Diistirahatkan

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Kondisi Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) yang belum sehat, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memutar otak. Sebab, setiap penyertaan modal yang diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut, PDJT belum memberi keuntungan, malah selalu rugi. Hal tersebut diduga karena manajemen yang ada di PDJT saat ini tidak sehat, sehingga jajaran direksi PDJT tidak dapat bekerja optimal.
Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman mengatakan, untuk mengubah sistem manajemen pengelolaan bus TransPakuan itu, Pemkot Bogor bakal membuat sistem manajemen PDJT menjadi direktur tunggal. Untuk membuat itu, walikota harus membuat Surat Keputusan (SK) terkait direksi tunggal. Karena sebelumnya, walikota mengeluarkan SK dengan direksi yang tiga. “Setelah ada SK kita bisa melakukan rekrutmen untuk calon direksi tunggal. Kalau SK-nya belum diubah, maka belum bisa melakukan rekrutmen karena belum ada dasar hukumnya,” ujar Usmar kepada Metropolitan.
Jika nanti setelah dipilih direktur tunggal, maka akan dilakukan pembenahan kepada sistem manajemen yang kini dianggap tidak sehat. Sistem manajemen semuanya akan dirombak, yang nantinya hanya menyisakan koordinator jurusan dan sejumlah koordinator lainya seperti koordinator bengkel dan koordinator administrasi. “Ini merupakan salah satu opsi dari tim penyehatan beberapa waktu lalu. Semua pegawai PDJT pun nantinya akan diistirahatkan juga,” terangnya.
Untuk mengoptimalkan kinerja PDJT, Pemkot Bogor nantinya akan menggandeng sejumlah perusahaan bus yang ada di Kota Bogor untuk ikut andil dalam mengoperasikan BUMD tersebut. Terlebih di dalam bidang manajemen dan bengkel. “Kita sudah membuka obrolan dengan sejumlah PO-PO yang ada di Kota Bogor. Mereka sangat meresponsnya dengan baik,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor Eka Wardana menjelaskan, dengan adanya perubahan sistem di PDJT, perusahaan pelat merah itu akan lebih baik. Eka menilai, selama adanya PDJT belum bisa berkontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. “Dengan sistem yang baru PDJT harus lebih maju. Jangan sampai adanya PDJT ini hanya bisa merugikan Pemkot Bogor,” katanya.
Penyertaan modal yang sebelumnya dilakukan Pemkot Bogor seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Untuk direksi yang baru, nantinya harus belajar dengan pengalaman direksi PDJT yang sebelumnya. “Sebab PDJT mempunyai pengalaman buruk, maka direksi yang baru ini harus bisa lebih baik karena belajar pengalaman sebelumnya,” tandasnya. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *