News, Sport and Lifestyle

Pengembang Apartemen Depan Kampus Tipu Konsumen?

METROPOLITAN.ID – Rencana pembangunan Apartemen Grand Park City Pakuan (GPCP) Bogor yang berlokasi di depan Universitas Pakuan (Unpak) diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 20/2011 tentang Rumah Susun Pasal 42 ayat 2 poin d dan Pasal 43 ayat 2 poin a,b,c,d dan e. Salah satu poin dalam undang-undang tersebut mengatakan bahwa rencana pembangunan komersial setidak-tidaknya harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau keterbangunan setidaknya sudah 20 persen. Namun pada kenyataannya, pihak pengembang GPCP sudah melakukan pemasaran apartemen. Padahal, pihak pengembang PT Perdana Gapura Prima Tbk belum mendapat selembar berkas izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Karena rencana pembangunannya masih menjadi pro-kontra.
Pengamat Hukum Universitas Pakuan Bintatar Sinaga mengatakan, Pemkot Bogor dapat menegur pihak pengembang apartemen yang terletak di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah itu karena telah memasarkan bangunan tersebut walau belum memiliki izin. Padahal, menurut dia apartemen itu bisa dipasarkan jika sudah berizin dan sudah berjalan proses pembangunan sebanyak 20 persen. “Para konsumen bisa tertipu jika pengembang sudah memasarkan unit-unit apartemen namun mereka belum memiliki izin,” ujar Bintatar kepada Metropolitan, kemarin.
Bintatar juga menerangkan, para konsumen harus hati-hati kepada tim pemasaran Apartemen GPCP. Menurut dia, rencana pembangunan apartemen tersebut belum memiliki izin apa pun. “Seharusnya jika sudah dipasarkan pihak pengembang memberikan jaminan kepada komsumen, tidak hanya mengambil uang DP-nya saja,” terangnya.
Dosen Pakuan itu menjelaskan, sebelum banyaknya masyarakat yang kecewa kepada pihak pengembang Apartemen GPCP, seharusnya Pemkot Bogor menindak pihak pengembang yang sudah melakukan pemasaran. “Bagusnya Pemkot Bogor segera menindak dan memberi peringatan kepada pihak pengembang,” katanya.
Sementara itu, pihak dari manajemen GPCP Amir enggan berkomentar saat ditanya terkait Apartemen GPCP yang melanggar aturan karena sudah melakukan pemasaran sebelum memiliki izin. “Saya tidak mau berkomentar dulu,” katanya saat dihubungi Metropolitan. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *