SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Pengendara sedan maut yang menabrak seorang pejalan kaki dan seorang pengendara sepeda hingga tewas di Jalan Artha Gading Boulevard, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan ‎Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu (9/1) lalu tidak terbukti menggunakan narkotika.Meski hasil tes urine dari Giovani Hezekiah Chandra (20) yang mengendarai Toyota Vios dengan nomor polisi B-114-NNY negatif, namun karena mengendarai kendaraannya hingga menyebabkan dua pengguna jalan tewas, yang bersangkutan terancam hukuman pidana enam tahun penjara.Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Wilayah Jakarta Utara Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sudarmanto, mengatakan ‎ dari hasil pemeriksaan tes urine yang dilakukan baik di RS Gading Pluit maupun Badan Narkotika Nasional (BNN), tidak ditemukan tanda-tanda bahwa mahasiswa tersebut menggunakan narkotika.”‎Dari hasil tes urine dan pengambilan sampel darah oleh kedua institusi tersebut hasilnya negatif, pelaku terbukti tidak menggunakan narkotika ataupun mengkonsumsi minuman beralkohol,” ujar Sudarmanto, Senin (11/1).Namun‎ demikian dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan instansinya, ia mengungkapkan kendaraan pelaku melaju dengan kecepatan 100 kilometer/jam dan sempat mengalami oleng dan bergerak zig-zag.”‎Seorang pejalan kaki bernama Jaenal Arifin (35) ditabrak hingga terseret kendaraan sedan yang dikemudikan pelaku sejauh 70 meter, sedangkan Anen (55) pengemudi sepeda tersangkut di kaca jendela depan mobil pelaku,” jelas Sudarmanto.Pihak Satlantas Wilayah Jakarta Utara juga telah memeriksa lima orang saksi terkait kecelakaan maut tersebut untuk menguarkan hasil olah TKP yang dilakukan pihaknya sesaat sesudah terjadi kecelakaan.”Akibat tindakan yang bersangkutan telah menghilangkan nyawa orang lain, pelaku diancam hukuman enam tahun penjara‎, apalagi menurut pengakuan seorang saksi berinisial S, pelaku tidak menghentikan mobilnya sesudah menabrak korban,” tambahnya.Hukuman pidana penjara enam tahun tersebut didasarkan perbuatan pelaku yang melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan pelanggaran berlapis pada Pasal 283 tentang Kelalaian, Pasal 287 ayat 5 tentang Mengemudi dengan Kecepatan Tinggi, Pasal 310 ayat 1 hingga 4 tentang Kecelakaan yang Mengakibatkan Orang Lain Meninggal Dunia, serta Pasal 312 tentang Perbuatan Pelaku yang Melarikan Diri dan Tidak Menolong Korban.”Kami masih menyelidiki penyebab pelaku bisa sampai menabrak dua orang hingga tewas, apakah yang bersangkutan sedang mengantuk, atau memiliki persoalan yang mempengaruhi emosionalnya sehingga berkendara‎ dengan agresif dan tidak terkontrol,” tutup Sudarmanto(bs)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY