News, Sport and Lifestyle

Penjualan LKS Hantui Wali Murid

METROPOLITAN | TAJURHALANG – Maraknya penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berada di hampir setiap sekolah, meresahkan wali murid. Apalagi, penjualan buku tersebut terkesan dipaksakan oleh para tenaga pengajar dengan mengambil keuntungan. Hal ini terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Tajurhalang, pihaknya meminta wali murid merogoh kocek Rp120 ribu.
Firman (43) salah satu orang tua murid mengatakan, seharusnya pihak sekolah jangan terlalu terus-menerus membebankan permasalahan ini kepada orang tua murid. “Bulan kemarin saja anak saya berangkat ke Jogja dan harus membayar Rp975 ribu, sekarang nyuruh membeli LKS. Memangnya kami banyak uang apa,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.
Menurutnya, pihak sekolah sudah bekerja sama dengan salah satu penerbit untuk menjual ke sekolah tersebut. Bahkan yang lebih parah lagi, peneribit sudah memiliki daftar absen siswa SMPN Tajurhalang.
“Memangnya nyari uang itu gampang, kok sekolah dengan mudahnya memerintah para murid untuk membeli LSK,” pungkasnya. (mun/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *