SHARE

METROPOLITAN.ID – Upaya melaksanakan eksekusi damai atas putusan Mahkamah Agung (MA) Pengadilan Negeri (PN) Cibadak mengundang sejumlah pihak terkait menentukan batas lahan yang dimiliki PT Pertamina di Blok Cemara Rawakalong, RW 32, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kemarin.
Pihak yang diundang yang datang di antaranya Bidang Asset PT Pertamina dan kuasa-nya, Kejaksaan Negeri, jajaran muspika setempat, minus Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi tidak datang tanpa alasan yang jelas.
Sejumlah pihak yang hadir menya­yangkan ketidakhadiran BPN. Karena yang lebih berkompeten dalam hal pengukuran dan lebih mengetahui adalah BPN. Walau pihak pengadilan beserta undangan terkait turun ke lapangan, tidak dapat menghasilkan apa-apa.
Hermansyah AR selaku pendamping warga dari LSM-KOMPOR Sukabumi menyayangkan ketidakhadiran BPN, sehingga penunjukan dan penetapan batas batal dengan sendirinya. Pihaknya juga minta pihak Pertamina lebih transparan dalam pelaksanaan pembebasan lahan.Terutama menyangkut pemberian uang tali asih kepada warga yang telah menghuni lahan tersebut puluhan tahun.
Kepala Pengadilan Negeri (PN) Cibadak Edi Pramono berharap pelaksanaan eksekusi berjalan damai. ”Kami sarankan daripada eksekusi paksa dengan mengerahkan aparat keamanan cukup banyak dan mengeluarkan biaya juga, lebih baik biaya tersebut oleh Pertamina diberikan kepada tambahan uang tali asih buat warga,” sarannya. (sop/whd/sal/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY