SHARE

METROPOLITAN.ID | Depok dan Bekasi merupakan dua kota di Kabupaten Jawa Barat yang paling rawan dalam penyalahgunaan narkotika. Dari survei yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok dengan Universitas Indonesia (UI) tahun 2012, pengguna narkotika di kota Depok adalah enam dari 100 orang. “Sasarannya saat ini kebanyakan adalah remaja. Dari ganja mulai bergeser ke sabu,” kata Kepala BNN Kota Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Syaefudin Zuhri, di Balaikota Depok, Selasa 5 Januari 2016. Hal tersebut disampaikan Syaefudin dalam rangka penyuluhan soal narkotika di hadapan ratusan kepala sekolah se-Kota Depok. Tren penggunaan sabu menggantikan ganja diketahui BNN melalui informasi yang mereka dapatkan dari para pencandu yang sedang direhabilitasi. “Perkiraan kami tahun ini jumlahnya meningkat. Nanti kami data ulang,” kata dia saat ditanyakan soal data terbaru. Tahun lalu terdapat 750 orang yang direhabilitasi di Depok dengan perbandingan ada 100 ribu orang yang direhabilitasi dalam skala nasional. Masih tingginya penyalahgunaan di Kota Depok menurut Syaefudin tak lain karena kota tersebut memiliki lokasi yang cukup strategis. Dalam penyuluhan tersebut, BNN Kota Depok menyampaikan langkah yang bisa dilakukan sekolah-sekolah untuk pencegahan penggunaan narkotika. Selain itu, para kepala sekolah juga diberikan informasi ciri-ciri pengguna dan pencandu narkoba. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila, mengatakan sosialisasi penyalahgunaan narkoba sangat penting untuk  mengantisipasi hal tersebut, khususnya di lingkungan sekolah. “Bersama BNN kami siap berkoordinasi untuk membebaskan Depok dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata Herry.(vv)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY