News, Sport and Lifestyle

Penyebaran Fitnah Bagian Dari Terorisme

METROPOLITAN.ID | Jakarta –  Wakil ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menilai, penyebaran fitnah merupakan bagian dari terorisme dan media punya andil menyebarkan berita yang bertanggung jawab.
“Penyebaran fitnah itu adalah bagian dari terorisme. Untuk itulah klarifikasi perlu dilakukan. Sangat baik kalau media bisa mengoreksi dan tidak menyebarkan berita yang tidak bertanggung jawab,” kata dia dalam konferensi pers yang diselenggarakan ormas Islam, Wahdah Islamiyah di Jakarta, Senin [11/01].
Pernyataan ini mengemuka, setelah pada 3 Januari lalu, muncul pemberitaan di salah satu televisi swasta yang menyebutkan Wahdah Islamiyah sebagai bagian dari jaringan terorisme. Secara tegas, Hidayat menyatakan ormas ini tidak terkait terorisme.
"Yang saya tahu, tidak ada penyebabnya mereka (WI) dimasukan dalam list teroris. Karenanya, memang sangat terganggu, organisasi ini disebut sebagai bagian dari jaringan terorisme," kata dia.
"Pemberantasan terorisme itu ada hukumnya, undang-undangnya, dan pastinya tidak membolehkan sembarangan memasang nama siapapun sebagai terorisme sebelum terbukti dia adalah teroris," tambah Hidayat.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, menampik tuduhan bahwa organisasi yang dipimpinnya termasuk dalam jaringan terorisme di Indonesia. "Sebetulnya kami sangat sedih dengan keadaan ini. Apa perbuatan kami sehingga disebut jaringan teroris. Ini harus diluruskan. Kami menunjuk pengacara untuk menangani kasus ini, agar bisa menjadi pelajaran bagi kita semua," kata dia.
Ia pun meminta stasiun televisi yang menyebarkan berita keterlibatan WI dalam terorisme meminta maaf selama tiga hari berturut-turut dan meluruskan hal ini melalui siaran live. Bila dalam tiga hari, permintaan ini tak juga dituruti, Zaitun mengatakan, akan menempuh jalur hukum.
"Kami akan melapor ke Mabes Polri," Sejumlah tokoh yang hadir dalam konferensi pers pun menyatakan dukungannya pada WI, di antaranya ustaz Bakhtiar Nasir, ustaz Yusuf Mansur, perwakilan dari MUI, Amirsyah Tambunan, Menteri Olahraga era pemerintahan SBY, Adhyaksa Dault, dan Ketua DPD Sulawesi Selatan, Iqbal Parewangi.

Sejumlah Ulama
Para ulama yang menghadiri konferensi pers klarifikasi organisasi Islam Wahdah Islamiyah menyatakan sikap bahwa organisasi tersebut tidak terkait dengan jaringan terorisme.

Dalam acara konferensi pers yang digelar, di Jakarta, Senin, tampak sejumlah ulama dan tokoh seperti Ustad Yusuf Mansyur, Hidayat Nur Wahid, Syekh Ali Jaber, Adhyaksa Dault, Bachtiar Nasir menghadiri pernyataan klarifikasi Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah untuk memberikan testimoni.
“Saya pribadi mengenal sekali ustad Zaitun lama. Seluruh kegiatannya sama sekali tidak ada terkait terorisme. Wahdah Islamiyah mengedepankan dakwah sisi manfaat untuk kemashlahatan, Ukhuwah Islamiyah,” kata Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid. Ia menyatakan, dirinya sangat keberatan dengan penyebutan Wahdah Islamiyah dan Zaitun Rasmin selaku ketua umumnya sebagai jaringan teroris di Indonesia.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Ustaf Yusuf Mansyur yang mengaku telah mengenal Zaitun sejak lama dan mengungkapkan ada sebagian anggota Wahdah Islamiyah yang mengelola Rumah Tahfidz yakni yayasan untuk menghapal Al Quran yang diprakarsai oleh Yusuf Mansyur. “Saya kenal dengan ustad Zaitun sudah lama sekali. Sebagian anggota Wahdah Islamiyah juga menjadi pengelola Rumah Tahfidz di Sulawesi Selatan,” kata dia.
Sedangkan Ustad Bachtiar Nasir mengatakan seharusnya Indonesia patut bangga dengan seorang seperti Zaitun Rasmin dan organisasi Wahdah Islamiyah. “Saya kenal baik keislaman yang dibawa oleh ustad Zaitun dan Wahdah Islamiyah tidak membawa terorisme dan Indonesia sepatutnya bangga dengan beliau,” ujar dia.(BS)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *