News, Sport and Lifestyle

Penyuap Dewie Yasin Limpo Segera Disidangkan

METROPOLITAN.ID | Jakarta Kepala Dinas ESDM Kabupaten Deiyai, lrenius serta pengusaha bernama Setiadi akan segera menjalani persidangan.Hal ini setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas perkara dugaan suap usulan penganggaran proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan tahun anggaran 2016 untuk Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, yang menjerat Irenius dan Setiadi sebagai tersangka.Dalam kasus tersebut Irenius dan Setiadi disangka memberikan suap kepada anggota Komisi Vll DPR dari Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo.”Berkas pemeriksaan keduanya telah dinyatakan rampung,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/1). Priharsa menyatakan, berkas perkara kedua tersangka ini telah dilimpahkan ke tahap penuntutan sejak bulan Desember 2015 lalu.Dengan demikian, dalam waktu dekat keduanya akan menjalani persidangan. Priharsa menambahkan, dakwaan terhadap Irenius dan Setiadi akan disusun Jaksa Penuntut KPK menjadi satu berkas dakwaan.”Jadi satu berkas,” kata dia.

Diberitakan, kasus ini mencuat saat Tim Satgas KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di sebuah rumah makan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Bandara Soekarna-Hatta pada 20 Oktober lalu. Dari OTT tersebut, KPK mengamankan tujuh orang, termasuk Dewie Yasin Limpo dan menyita uang sebesar SGD 177.700. Uang tersebut diduga merupakan uang suap dari petinggi PT Abdi Bumi Cendrawasih bernama Setiadi dan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Deiyai, Irenius untuk Dewie melalui sekretaris pribadinya Rinelda Bandoso terkait pembahasan proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Deiyai, Papua untuk dimasukan dalam APBN tahun anggaran 2016.Selain itu, KPK juga menyita sejumlah dokumen, dan telepon genggam yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, KPK resmi menetapkan Dewie Yasin Limpo, Bambang Wahyu Hadi (staf ahli Dewie) dan Rinelda Bandoso sebagai tersangka penerima suap terkait proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga micro hydro di Kabupaten Deiyai, Papua untuk dibahas dan dimasukan dalam APBN 2016. Ketiganya dijerat dengan Pasal 12 huruf atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Sementara Iranius, dan Setiadi ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap dan disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *