News, Sport and Lifestyle

Peradaban Bogor Punya Magnet bagi Dunia

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Edgar Suratman mengingatkan, ternyata peradaban Kota Bogor memiliki magnet bagi dunia. Hal itu harus dimulai dari orang Kota Bogor itu sendiri. “Kita harus  memiliki keinginan untuk memelihara, mencintai dan berbakti kepada Kota Bogor. Jadi, pada intinya orang Bogor itu orang yang memiliki nilai manfaat dan berkontribusi bagi Kota Bogor,” kata Edgar, dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Gerakan Relawan Bogoh ka Bogor, di Aula Disdik, Jalan Pajajaran 125, Kecamatan Bogor Utara yang dihadiri para pelajar dari SMA/SMK se-Kota Bogor, akhir pekan.
Jadi menurutnya, salah satu konsep yang dijabarkan adalah melalui semangat Nga-Bogor yang terbagi dalam tiga prinsip, yaitu Nga-Bogor Bodas, Nga-Bogor Bulao dan Nga-Bogor Hejo, harus dipelihara dan dibangkitkan. Sebab, prinsip ini merupakan produk lokal yang memiliki makna global.Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa tidak semua warga bisa mengekspresikan rasa cinta itu, ada yang semangat, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang cuek. “Jadi apa pun kondisinya, right or wrong Bogor is my city,” kata Bima di hadapan siswa siswi peserta sosialisasi.
Bima menambahkan, untuk menunjukkan rasa cinta bagi Kota Bogor tidak perlu mengaplikasikan melalui hal-hal yang besar. “Jangan berpikir yang besar, mulailah dengan hal-hal yang kecil dan sederhana. Wujudkan cinta kita dengan berperilaku yang baik dan tertib serta berbudaya disiplin,” pintanya.
Sementara itu, sosialisasi ini dilaksanakan dengan menghadirkan para nara sumber, di antaranya yang menjadi anggota Gerakan Bogoh ka Bogor dan Walikota Bogor serta Kadisdik Edgar Suratman sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dihelat untuk mengajak para generasi muda, khususnya para pelajar untuk berkontribusi bagi Kota Bogor sesuai porsi dan potensinya. “Ini merupakan langkah awal kami, selanjutnya kami akan mengundang lebih banyak pelajar untuk bersama-sama melaksanakan aksi nyata. Ke depannya, kami berencana melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor,” ujar Ketua pelaksana Amelia Mutawaqilla yang juga mahasiswi Universitas Pakuan. (do/tur/ar/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *