SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Walaupun memiliki prestasi, Kepala Sekolah (Kepsek) tetap dikembalikan menjadi guru. Padahal, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28/2010, BAB V tentang masa tugas, pasal 10 ayat 3, guru yang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah dua kali masa tugas berturut-turut, dapat ditugaskan kembali menjadi kepala sekolah/madrasah di sekolah/madrasah lain yang memiliki nilai akreditasi lebih rendah dari sekolah/madrasah sebelumnya.
Hal itu diperbolehkan apabila telah melewati tenggang waktu sekurang-kurangnya satu kali masa tugas, atau memiliki prestasi yang istimewa, yaitu memiliki kinerja amat baik dan berprestasi di tingkat kabupaten/kota/ provinsi/nasional. ”Jadi, apabila tim pengangkatan dan penempatan kepsek membaca secara cermat Permendiknas tersebut, ini tidak akan terjadi. Tapi apa boleh buat, kita terima saja kalau prestasi yang diraih itu tidak menjadi pertimbangan untuk diangkat kembali jadi kepsek. Karena, SK Walikota Bogor sudah jadi,” kata mantan Kepala SDN Kebonpedes Suparman kepada Metropolitan usai melakukan verifikasi, di SDN Kedungbadak IV, kemarin.
Dia berharap, ke depannya para pemegang kekuasaan agar senantiasa mengacu kepada Permendiknas tersebut agar kepsek yang masih menjabat tidak asal kerja. Mengingat kepsek yang berprestasi, ternyata tidak dilihat alias tidak dipertimbangkan kembali. Padahal, dalam Permendiknas, bahwa yang telah melampaui dua masa periode, bisa diangkat kembali asalkan memiliki prestasi, baik tingkat kota maupun nasional.
Suparman juga mengakui bahwa dia bakal terkena periodesai, walaupun beberapa prestasi ia peroleh. Tapi setelah membaca Permendiknas, ia mengajukan untuk menjadi pengawas beberapa tahun lalu. Namun, cita-citanya terbentur dengan peraturan, karena saat mutasi kemarin, usianya sudah melewati 55 tahun. Padahal, waktu mengajukan jadi pengawas empat tahun lalu. ”Jadi, yang salah siapa, saya apa Disdik,” tandasnya. (tur/ar/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY