SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Para guru dan mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) berharap, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor harus terus melaksanakan periodesasi terhadap kepsek dan tidak melakukan tebang pilih. Karena, hal itu sudah menjadi amanah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28/2010, tentang penugasan guru sebagai kepala Sekolah/Madrasah. ”Mulai sekarang dan ke depannya, Disdik harus sudah mempunyai data-data kepsek, khususnya kepala SDN yang nantinya akan terkena periodesasi. Bila perlu sebelum dilaksanakan, Disdik sudah melakukan sosialisasi sehingga tidak ada prasangka buruk terhadap Disdik,” kata sejumlah mantan kepala SDN yang terkena periodesasi kemarin, kepada Metropolitan.
Mereka menilai, pelaksanaan periodesasi dan penyerahan Surat Keputusan (SK) promosi, mutasi dan rotasi para kepala SDN kemarin, tebang pilih. Hal itu karena tidak mengacu kepada Permendiknas Nomor 28/2010. Di antaranya, tidak melibatkan tim pertimbangan dan dewan pendidikan. Seperti tetuang dalam BAB IV, Proses Pengangkatan kepala Sekolah/Madrasah, Pasal 9 ayat 1 tertulis bahwa kepala Sekolah/Madrasah dilakukan melalui penilaian akseptabilitas oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala Sekolah/Madrasah. Di ayat 3, tertulis bahwa tim pertimbangan melibatkan unsur pengawas Sekolah/Madrasah dan dewan pendidikan. Tapi hingga sekarang ini, Disdik Kota Bogor, khususnya seksi Bina Profesi Pendidikan Dasar, diduga tidak memperhatikan peraturan dimaksud.
Padahal bila diartikan dalam ayat 4 tersebut, pengangkatan kepsek harus berdasarkan rekomendasi  tim pertimbangan pengangkatan kepala Sekolah/Madrasah. ”Selama ini pengawas tidak pernah dilibatkan, terutama dalam rotasi kepala SDN dan pelaksanaan periodesasi terhadap kepsek yang sudah menjabat dua periode kemarin. Kalau diteliti satu per satu, banyak kepsek terkena peraturan itu. Tapi apa boleh buat, tidak tertutup kemungkinan mereka itu (yang sudah lewat dua periode, red) merupakan titipan oknum,” kata mantan kepala SDN itu.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Dasar (MKKSD) Kecamatan Bogor Barat Dedi kepada Metropolitan berharap, periodisasi harus dijalankan sebagaimana mestinya. Untuk itu, ia mengingatkan agar para kepsek yang baru dirotasi maupun diangkat, benar-benar bekerja sebagaimana Tugas, Pokok dan Fungsinya (Tupoksi). ”Kalau sudah amanah peraturan, kami siap menerima periodesasi. Karena, kepsek adalah guru yang diberi tugas tambahan,” paparnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kota Bogor Fahrudin ketika dihubungi menyatakan, Disdik akan terus melaksanakan perisodesasi baik terhadap kepala SDN, SMPN, SMAN maupun SMKN. Bahkan ia membantah, dalam rotasi kemarin tidak terjadi tebang pilih, semuanya sudah melalui mekanisme yang telah diatur dalam Permendiknas 28 Tahun 2010. ”Kami tidak akan melakukan tebang pilih. Kalau sudah terkena periodesasi, akan secepatnya kita usulkan menjadi pengawas. Tapi saat diangkat, calon pengawas harus berusia kurang dari 55 tahun. Apabila melampaui usia dimaksud maka dikembalikan menjadi guru,” tandasnya. (do/tur/ar/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY